RADAR JOGJA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan korupsi sudah menjadi akar. Hal itu terbukti dari banyaknya sejumlah pejabat publik yang terjerat kasus korupsi selama ini.

Anies menekankan, korupsi terjadi karena adanya sifat serakah dan memaksakan diri atas kehidupan yang berlebihan. Menurut dia, korupsi terjadi karena tiga hal yaitu karena kebutuhan, keserakahan dan sistem. “Ketiganya yang dapat merubah sifat para pejabat dan sudah membudaya,” ujar Anies Baswedan dalam Serial Diskusi Membedah Praktik Korupsi Kepala Daerah secara daring di Grand Tjokro Gejayan, Sleman, Kamis (8/4).

Dalam diskusi yang diselenggarakan Diksi Milenial Jogjakarta tersebut, Anies menjelaskan langkah yang diambil dalam pengelolaan pemerintahan di DKI Jakata. Menurut Anies, ada lima hal yang dibutuhkan dalam pengelolan pemerintah yang anti korupsi yaitu integritas, akuntabel, kolaboratif, inovatif dan berkeadilan. “Kelima hal itu dapat dikatakan budaya dalam Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencegah terjadinya korupsi karena dhasilkan dengan cara merumuskan secara bersama-sama,” jelasnya.

Orang nomor satu di ibukota negara itu juga mengugkapkan, korupsi dapat diurai atau diselesaikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan memberikan pendapatan yang cukup kepada para pejabat. Pendapatan ASN, kata dia, harus dapat dibuat setara dengan pendapatan lain atau dapat dikatakan cukup jangan sampai kurang. “Karena bila kurang dapat dipastikan akan mencari titik rentan untuk dapat melakukan tindak korupsi,” ungkapnya. (aga/pra)

Sleman