RADAR JOGJA- Puluhan narapidana (Napi) rehabilitasi narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas II A Jogjakarta, Pakembinangun, Pakem, Sleman digeledah.Satu per satu napi dikeluarkan dan diperiksa. Ruangan sel pun diperiksa.

Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Jogjakarta Cahyo Dewanto menuturkan, “Hasil temuan tidak ada barang terlarang. Paku ini ditemukan lepas dari tembok, tempat gantungan hanger,” katanya Selasa¬† (6/4).

Penggeledahan dilakukan sekitar satu jam. Dilakukan di salah satu paviliun lapas bagian rehabilitasi. Menyasar 86 napi yang terbagi dalam 20 sel tahanan. Dikatakan,  penggeledahan ini sebagai upaya transparasi bersih dari narkoba.

Meski tidak ada temuan benda mencurigakan, barang-barang tadi tetap dikeluarkan. Dikeluarkan agar tidak menimbulkan sampah di ruang tahanan (rutan).

“Kelebihan gantungan hanger, bantal tidak terpakai, dibawa lalu dimusnahkan. Sebab, di lapas tidak diperkenankan barang berlebihan,” ujar Kepala Keamanan Lapas Narkotika Kelas II A Jogjakarta Hari Kurniawan.

Didalam ruangan itu sudah dibatasi setiap orang satu matras, satu bantal, empat stel pakaian dan dua baju des dari lapas.

Dia menjelaskan, mayoritas napi berusia muda antara 28 hingga 30 tahun. Semua merupakan pemakai. Sedangkan total napi ada 378 terbagi dalam lima pavilium. Atau setiap sel di huni maksimal 15 orang. “Jumlah lapas tidak overload. Masih lenggang dari kapasitas sebanyak 565 orang,” katanya.

Dalam penggeledahan gabungan tersebut dilakukan oleh 6 personel Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, pihak lapas dan unsur TNI/Polri.

Staf BNNK Kabupaten Sleman Ahmad Yusro Arifin menuturkan, hasil penggeledahan tersebut masih dapat ditolelir. Seperti halnya di Lapas Klas II B Sleman, Cebongan, Sumberadi, Mlati, Sleman yang sebelumnya juga dilakukan penggeledahan. “Hasilnya tidak ada yang dilarang. masih bisa ditolelir,” ujarnya.

Selama melakukan operasi gabungan, kata Ahmad, pihaknya belum pernah menjumpai temuan. Sebab, diluar operasi gabungan pihak lapas rutin melakukan penggeledahan. “Jadi tidak sampai ada tindak lanjut,” pungkasnya. (mel/sky)

Sleman