RADAR JOGJA – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman Kusnan memastikan kapasitas ruang tahanan masih memadai. Berdasarkan data terbaru, jumlah tahanan diĀ  lapas ini mencapai 228 penghuni. Sementara idealnya hanya bisa menampung maksimal 225 penghuni.

Artinya ada kelebihan 3 penghuni, walau terdapat kelebihan penghuni namun tetap ideal. Setiap ruangan tetap bisa dihuni tahanan sesuai kapasitas maksimal.

“Kalau dikatakan over kapasitas, tidak ada over kapasitas di sini. Memang over cuma 3 orang dari kapasitas 225 yang menghuni 228 orang. Artinya ini masih berimbang,” jelasnya Selasa (6/4).

Situasi pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) memberikan sedikit keuntungan. Berupa penurun jumlah tahanan yang masuk Lapas Cebongan. Entah karena berkurangnya angka kriminalitas atau karena kebijakan penerimaan tahanan baru.

Kusnan memaparkan, dalam kondisi normal jumlah penghuni bisa mencapai lebih dari 300 orang. Sementara untuk saat ini hanya terisi 228 orang. Jumlah ini hanya selisih 3 orang dari kapasitas maksimal 225 penghuni.

“Pandemi ini malah turun, karena adanya program dari pusat juga. Itu ada program asimilasi. Tahun ini saja sudah 30an, tahun 2020 sampai 125 orang,” katanya.

Kondisi ini tentu menguntungkan semua pihak. Terutama untuk kesehatan para penghuni sel tahanan. Sel tahanan tak terlalu menumpuk. Sehingga setiap penghuni sel bisa beristirahat dengan sedikit lebih lega.

Skema pembagian ruang tahanan sendiri berbeda-beda. Ada kamar kecil dengan penghuni maksimal 4 orang. Lalu adapula yang lebih luas dengan kapasitas bisa lebih dari 10 orang.

“Artinya yang biasanya isinya 300 lebih, itu agak longgar gitu. Kapasitas ini juga masih ideal kalau kaitannya protokol kesehatan,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman