RADAR JOGJA – Vaksinasi massal dengan sasaran 5.000 pelaku wisata dan pekerja transportasi publik dilakukan di Kabupaten Sleman, Senin  (5/4). Vaksinasi ini dilakukan dengan sistem drive thru. Vaksinasi massal dengan sistem drive thru ini pertama kalinya dilakukan di DIJ. Vaksinasi ini digelar di Taman Parkir Ramayana Ballet kompleks Candi Prambanan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menerangkan, vaksinasi model drive thru ini dijadwalkan akan digelar selama lima hari sejak Senin, 5 April 2021 sampai dengan Jumat, 9 April 2021. Setiap hari ditargetkan 1.000 orang mendapat vaksin.

Metode ini tujuannya untuk mempercepat cakupan vaksinasi. Dengan sasaran pelayan publik, pertugas pariwisata dan pelayan transportasi publik,” jelasnya ditemui usai meninjau vaksinasi, Senin (5/4).

Mantan Dirut RSUD Sleman ini memastikan metode Drive thru aman. Terutama dari munculnya kerumunan saat mengantri vaksinasi. Ini karena semua dilakukan di atas kendaraan masing-masing. Sehingga penumpang tidak perlu turun.

Metode drive thru juga menjadi salah satu solusi penting untuk menjawab tantangan prokes selama vaskinasi. Belajar dari kejadian sebelumnya, kerap muncul kerumunan selama vaksiansi. Bahkan hampir terjadi dalam setiap vaksinasi massal.

Untuk pemantauan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) juga tak ada kendala. Pasca vaskinasi, setiap penerima menunggu selama 30 menit. Tepatnya di parkiran mobil sisi selatan. Baru setelahnya bisa pulang jika tak muncul gejala KIPI.

“Aman dari kerumunan karena tetap di kendaraan masing-masing. Mulai dari screening kesehatan, penyuntikan vaksin hingga istirahat selama 30 menit semua dilakukan tetap didalam kendaraan,” katanya.

Asisten Bidang Perekonomian Setda Sleman Budiharjo menyambut vaksinasi Drive thru ini. Terlebih upaya ini didukung kuat oleh sejumlah perusahaan swasta. Alhasil kampanye vaksinasi berlangsung secara optimal.

Pemkab Sleman, masih fokus pada program vaksinasi tahap kedua. Sasarannya adalah para lansia dan pelayan publik di berbagai sektoral. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), guru, pelayan transportasi publik hingga pelaku wisata.

“Masyarakat yang kami targetkan untuk divaksinasi merupakan kelompok yang berada di garda terdepan dalam mendorong pemulihan roda ekonomi dan pariwisata lokal,” ujarnya.

Mantan Panewu Depok ini mengingatkan bahwa vaksinasi bukan berarti hidup bebas. Dia meminta agar penerima vaksin tetap menerapkan protokol kesehatan. Ini karena ancaman sebaran Covid-19 masih cukup tinggi.

“Masyarakat agar  tetap waspada dan senantiasa melaksanakan CITA MAS JAJAR atau cuci tangan, memakai masker, dan jaga jarak. Vaksin bukan berarti lantas kita bebas dan tidak mengindahkan prokes lagi. Namun kita harus tetap waspada dan senantiasa melaksanakan prokes,” pesannya.

Drive thru vaksinasi sendiri merupakan program dari Halodoc dan Gojek. Sleman merupakan wilayah kelima yang menerapkan metode ini. Pasca suntikan pertama, penerima vaksin dapat menerima dosis kedua pada 3 hingga 7 Mei. (dwi/sky)

Sleman