RADAR JOGJA – Pergerakan Densus 88 Anti-teror Mabes Polri di wilayah Sleman masih berlanjut. Kali ini bergeser kurang lebih 1 kilometer dari lokasi penggeledahan awal. Tepatnya di Dusun Gandu, Sendangtirto, Berbah Sleman. Kali ini menggeledah sebuah pondok pesantren Putri berinisial IQ.

Penggeledahan ini guna mencari barang bukti dari terduga teroris berinisial RAS. Selain menggeledah ruang direktur Ponpes, Densus 88 juga menggeledah rumah di depannya. Diketahui bahwa rumah ini dihuni oleh pasangan RAS dan AM. Sosok AM sendiri menjabat sebagai direktur Ponpes tersebut.

“Saya sendiri tidak tahu, tahu-tahu kumpul dan ada polisi. Sampai sekarang saya juga tidak tahu. Tidak mengenalkan diri, tidak tahu ada apa tapi masuk ke ruang-ruang direktur pondok. Digeledah setelah Isya skeitar jam 8 malam,” jelas kakak ipar RAS, M.Najid Isyam ditemui di lingkungan Ponpes Ibnul Qoyyim, Jumat malam (2/4).

Dia tak mengetahui barang bukti yang disita oleh Densus 88. Terlebih saat penggeledahan, warga dilarang untuk mendekat. Hanya saja Najid sempat melihat adik kandungnya, AM, dalam penggeledahan itu.

“Adik kandung saya tidak dibawa polisi. Kalau suami tanda tanya sekarang dimana. Belum ada cerita, tadi ashar masih kelihatan. Ini tadi saat Magrib sudah tidak kelihatan,” katanya.

Sosok RAS, lanjutnya, berasal dari Kabupaten Bantul. Menikah dengan adik kandungnya dan memiliki 3 orang anak. Ponpes sendiri telah berdiri sejak 1983. Dibawah naungan yayasan PDHI.

Ketua RT 4 Dusun Gandu, Sendangtirto, Berbah, Sleman, Agus Purwanto, 48, sempat menjadi saksi penggeledahan. Saat itu Densus 88 membawa sejumlah barang bukti. Meliputi laptop, sepaket CPU, beragam jenis buku, buku tabungan. Adapula dua anak panah beserta sebuah busur.

“Ruang direktur ponpes dengan rumah pribadi tadi yang digeledah, ruang inap dan asrama ponpes tidak. Barangnya ada di rumah pribadi. Kalau panah, ngga tau kayaknya dari rumah tadi buat latihan pondok. Penggeledahan selesai jam setengah 10an (21.30),” ujarnya.

Terkait keberadaan RAS, Agus tak mengetahui pasti. Hanya saja dia memastikan sosok ini tidak nampak selama penggeledahan. Dia hanya melihat AM yang berada di rumah pribadi.

“Saya ngga tanya, pokoknya saya disuruh menjadi saksi penggeledahan itu. Belum pernah digeledah sebelumnya baru kali ini. Tidak ada aktivitas mencurigakan. Ustazah juga biasa. Sama Pak (RAS) ya sering ketemu kalau di masjid,” katanya. (dwi/sky)

Sleman