RADAR JOGJA – Gunung Merapj memuntahkan 3 awan panas, Jumat pagi (2/4). Kejadian pertama terjadi 04.13 WIB, kemudian 04.28 WIB dan 05.00 WIB. Seluruhnya meluncur ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter.

Dua awan panas awal terjadi dalam waktu yang berdekatan. Seismogram BPPTKG mencatat kedua awan panas memiliki amplitudo maksimal 15 milimeter. Sementara untuk durasi mencapai 84 detik.

“Untuk dua awan panas ini memiliki jarak luncur maksimal 900 meter ke arah barat daya,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/4).

Selang waktu 30 menit muncul awan panas ketiga. Aktivitas vulkanik pukul 05.00 WIB ini tercatat di seismogram dengan amplitudo 35 milimeter. Sementara untuk durasi mencapai 142 detik.

Jarak luncur awan panas ketiga ini terjauh. Laporan visual menyebutkan luncuran awan panas mencapai 1.500 meter. Arah luncuran ke arah barat daya.
“Untuk jarak luncur masih dalam zona rekomendasi potensi bahaya. Yaitu dibawah radius 5 Kilometer dari puncak Gunung Merapi,” katanya.

BPPTKG juga mencatat kemunculan 4 awan panas sehari sebelumnya, Senin (1/4). Terjadi dalam rentang waktu 12.36 WIB, 13.34 WIB, 14.55 WIB dan 14.58 WIB. Seluruhnya meluncur ke arah barat daya dengan jarak maksimal 1.500 meter.

Hanik menambahkan, Teramati pula 16 guguran lava pijar dari rentang waktu 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Jarak luncur maksimal 700 meter. Guguran Lava Pijar juga terjadi Senin malam (1/4). Terjadi sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimal 1.000 meter. Seluruh lava pijar meluncur ke arah barat daya.

“Untuk status Gunung Merapi masih Siaga atau Level III. Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi,” tambahnya.(dwi/sky)

Sleman