RADAR JOGJA-Ada yang berbeda dari biasanya di SLB Yapenas Unit 2 CondongCatur Sleman. Dimasa pandemi Covid-19 Anak-anak difabel  ingin berkontribusi kepada masyarakat  dengan  berkarya.

Meski daya ingat, daya imajinasi, dan daya produktivitasnya terbatas, anak-anak difabel ini sangat antusias saat mengikuti proses pembuatan minuman herbal peningkat daya imun tubuh.

Hadi Ansori selaku pembimbing mengatakan, pembuatan produk minuman berbahan dasar jahe ini sangat mudah. Anak-anak difabel tinggal mencampur bahan-bahan kering sesuai takaran dengan ditimbang dahulu. “Bahan-bahan kering berupa serbuk tinggal dicampur, lalu dimasukan ke kemasan celup, lalu dipak,” jelasnya, Kamis (1/4).

Hadi menambahkan,  kemasan produknya ini akan seperti model teh celup, hanya basisnya jahe. Ia memilih jahe karena tanaman obat ini yang paling populer dengan banyak khasiat. Banyak khasiat dari jahe, salah satunya meningkatkan sistem imun.

“Nanti minuman yang fokusnya ke sistem imun ini akan memiliki varian rasa teh jahe, rosella jahe, dan jahe telang,” tambahnya.

Produk minuman herbal ini memiliki prospek yang bagus saat ini karena mengajak masyarakat untuk mengonsumsi minuman yang meningkatkan imun. Jika imun tubuh kuat, akan bisa mencegah virus Covid-19.

Untuk itu, dosen farmasi ini akan melakukan pendampingan berkelanjutan sehingga pihaknya akan membantu kalau akan diproduksi dan dikomersialkan. “Kemasan dan penjualan juga akan kami bantu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Rohyati, mengatakan pelatihan ini ditujukan untuk siswa-siswa SLB usia anak SMP dan SMA yang kurikulumnya 70 persen keterampilan.

“Harapannya, jalau sudah lulus, bisa menjadi bekal dan mandiri dalam hal finansial sehingga bisa mencukupi kebutuhan hidup sendiri,” katanya.

Rohyati menuturkan, dalam pelatihan ini, ia juga mengundang masih-masing orangtuanya agar nanti bisa mendampingi di rumah mengingat anak difabel daya ingat, daya imajinasi, dan daya produktivitas perlu terus didukung. “Kami akan minta pendampingan untuk bagaimana membuat kemasan yang lebih menarik dan dibantu sistem pemasaran kepada para pembimbing.

Pihaknya nanti yang akan mengumpulkan hasil produksi anak-anak di rumah, lalu di bantu untuk penjualan. Ia meyakini dengan begitu, anak-anak difabel akan lebih semangat berkarya,”harapnya.(sky)

Sleman