RADAR JOGJA – Klaster takziah di Dusun Plalangan Kalurahan Pandowoharjo Kapanewon Sleman bertambah menjadi 36 kasus. Upaya tracing kontak erat masih berjalan hingga saat ini. Tak hanya di satu dusun tapi juga bergeser ke sejumlah dusun tetangga.

Upaya pelacakan awal mula kasus berawal dari takziah warga. Pasca setelahnya ada seorang warga yang mengeluhkan kondisi kesehatan. Hingga akhirnya memutuskan periksa rapid antigen secara mandiri.

“Ternyata hasilnya positif Covid-19. Hasilnya langsung dilaporkan ke Puskesmas Sleman hari itu juga (12/3). Sosok ini sempat menghadiri acara takziah keluarga pada 10 Maret,” jelas Kepala Puskesmas Sleman Elyza Sinaga dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (30/3).

Tim Puskemas Sleman langsung melakukan tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR) kepada kontak erat pasien. Beberapa warga dan keluarga inisiatif melakukan rapid antigen secara mandiri. Dari hasil pemeriksaan ini muncul 32 orang terkonfirmasi positif Covid-19.

Elyza menambahkan, dari screening awal ini, 3 orang harus dirujuk ke rumah sakit. Lalu adapula 1 warga yang meninggal dunia, Kamis (25/3). Sementara sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah. Adapula yang ditempatkan di Fasilitas Kesehatan Darurat Covid-19 (FKDC), tepatnya Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang.

“Kami masih melakukan screening yang lebih luas. Hingga Senin (29/3) kemarin, sudah ada 325 orang yang terjaring dan hanya 266 di antaranya saja yang pemeriksaan kesehatan,” tambahnya.

Pemeriksaan kesehatan kepada 266 warga tak sepenuhnya dengan rapid antigen. Adapula yang menggunakan rapid antibodi. Pembagian ini berdasarkan Pedoman Kemenkes. Apabila riwayat kontak orang tersebut dibawah tujuh hari maka wajib rapid antigen. Kalau diatas batas waktu hanya rapid antibodi.

Dari hasil tersebut, 4 orang dinyatakan positif berdasarkan rapid antigen. Sementara untuk rapid antibodi terdapat hasil 45 orang reatif. Selanjutnya akan menjalani tes PCR di Puskesmas Sleman, Rabu (31/3).

Elyza memastikan proses tracing klaster takziah Dusun Plalangan telah selesai. Langkah selanjutnya hanya menunggu hasil dari 45 warga reaktif antibodi. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan akan dilakukan secara bertahap di hari yang sama.

“Untuk keempat orang positif via antigen masih didiskusikan dengan pihak keluarga masing-masing. Apakah memungkinkan dilakukan isolasi mandiri atau harus dievakuasi ke FKDC,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman