RADAR JOGJA – Seorang tukang kebun di sekolah dasar di wilayah Gamol, Gamping berinisal KS,54, ditangkap aparat kepolisian karena melakukan pencurian 24 tablet milik sekolah.
Kapolsek Gamping Kompol Heribertus Aan Andrianto menjelaskan, tersangka adalah satu-satunya tukang kebun di sekolah tersebut. Kecurigaan kepada tersangka karena tidak ditemukan kerusakan di TKP. Usai melakukan pencurian, KS kemudian menjual tablet. ”Uang yang diterimanya, diduga untuk membayar utang,” jelasnya.
Cara tersangka menjual tablet dengan menggadaikannya di Gamping dan Sedayu. Barang bukti tersebut, sudah dilelang dan ada yang membelinya. ”Salah satu barang sampai ke Prambanan, total sudah mengamankan tiga unit,” kata Aan Jumat (26/3).
Sementara itu, Panit Reskrim II Polsek Gamping Aiptu Majid Karis menuturkan, tersangka dengan jenis kelamin perempuan tersebut telah melakukan aksi pencurian sejak Oktober 2020. Hanya saja, ulah korban baru diketahui pihak sekolah pada Maret. “Pencurian terakhir kali dilakukan pada 4 Februari silam,” kata Majid.
KS yang sudah lama bekerja di sekolah tersebut, diberi kepercayaan untuk memegang kunci seluruh ruangan sekolah. Tablet-tablet yang dicuri tersangka, merupakan inventaris sekolah yang selama ini digunakan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar secara daring.
Tersangka, diketahui mengambil tablet di sela waktu bekerja dan membersihkan sekolah. Memgang kunci ruangan sekolah, KS dengan bebas masuk ke ruangan kepala sekolah. Saat mengambil, KS hanya mengambil 1 sampai 2 unit tablet. Sehingga total tablet yang diambil sebanyak 24 buah dalam 12 kali beraksi.
“Tablet itu diletakkan di ruang kepala sekolah, dalam sebuah kardus. Ia mengambil secara satu per satu, sehingga aksinya sempat tak diketahui,” bebernya.
Selesai mengambil tablet, KS akan mengganjal bagian bawah tablet lain dengan sejumlah kertas. Sehingga, tumpukan tablet akan terlihat tinggi dan seolah tidak mengalami perubahan. Namun pihak sekolah menyadari hal tersebut dan melaporkannya ke Mapolsek Gamping.
Tinggal bersebelahan dengan sekolah, tersangka sempat bertanya ke pihak sekolah saat polisi datang. Menanyakan dan memastikan apakah ada barang yang hilang. ”Namun saat petugas menanyai kepala sekolah, KS langsung menarik petugas agar menuju ke lain ruangan dan mengakui perbuatannya,” jelas Majid. (eno/bah)

Sleman