RADAR JOGJA –  Sebuah truk bernopol B 9915 MY menyebabkan kecelakaan beruntun beruntun di  Ringroad Utara, Pogung Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman, Jumat (26/3) malam.

Tidak ada korban jiwa dalam tabrakan beruntun tersebut, namun kerugian materiil dialami para pemilik mobil yang terlibat kecelakaan tersebut.

Tota ada 11 kendaraan bermotor yang terlibat dalam kecelakaan ini. Hasil penyelidikan sementara, supir berinisial PC mengantuk saat mengendarai kendaraan besar tersebut.

Kecelakaan terjadi tepatnya pukul 20.55 WIB. Saat itu sejumlah kendaraan tengah mengantri di traffic light simpangempat Monjali. Tiba-tiba saja truk yang dikendarai PC menabrak sejumlah kendaraan didepannya. Beberapa kendaraan roda empat juga sempat menabrak bak truk pengangkut batu split tersebut.

“Truk yang dikendarai saudara PC dari arah timur ke arah barat sampai di simpanngempat Monjali menabrak 10 kendaraan yang antri di lampu merah. Dari pengakuan sementara sopir truk mengantuk,” jelas Kasatlantas Polres Sleman AKP Anang Tri Novian ditemui di Mapolres Sleman, Sabtu (27/3).

Kepada penyidik, sang supir truk mengaku kelelahan. Terlebih setelah menempuh  perjalanan dari Bojonegoro Jawa Timur ke Jogjakarta. Berdasarkan identitas SIM, sosok PC sendiri tercatat sebagai warga Tempel Sleman.

PC awalnya berangkat dari Jogjakarta menuju Bojonegoro, Kamis (25/3). Pria berusia 59 tahun ini mengendarai sendiri truk bermuatan batu split. Setelah bongkar muat, kendaraan kembali menuju Jogjakarta,  Jumat (26/3).

“Jumat siang perjalanan kembali pulang ke Jogjakarta dan sempat transit selama 1 jam di Ngawi, kemudian pelaku melanjutkan kembali perjalanannya. Kelelahan, juga karena nyupir sendirian tanpa kenek (kernet),” katanya.

Akibat dari kecelakaan beberapa kendaraan mengalami kerusakan parah. Mulai dari tertabrak dari belakang hingga membentur tiang lampu. Adapula beberapa penumpang yang mengalami luka-luka.

Seluruh kendaraan telah dievakuasi ke Pos Polisi Jombor. Dua kendaraan rusak parah diletakan di bawah Flyover Jombor. Termasuk truk penyebab kecelakaan beruntun.

Mobil yang terlibat dalam kecelakaan diantaranya Toyota Vios BE 1715 BK, Mitsubishi Xpander AB 1973 RX, Toyota Avanza AB 1396 ZU, Mazda B 1492 PVK, Toyota Avanza AB 1157 CY. Adapula Toyota Avanza AB 1759 N, Toyota Avanza AA 8849 RK, Honda Jazz AA 1195 PB, Suzuki Ertiga B 2476 PVS dan Toyota Avanza B 1301 SRK

“Tadi malam sudah dievakuasi seluruhnya nihil korban jiwa. Hanya satu yang masih observasi karena mungkin trauma karena benturan yang disebabkan oleh kecelakaan tadi,” ujarnya.

Total kerugian akibat kecelakaan ini mencapai Rp. 200 juta. Supir, lanjutnya, mengaku siap bertanggungjawab menanggung seluruh kecelakaan. Pihaknya juga telah memediasi supir dengan para pemilik kendaraan.

PC kini masih berada di Mapolres Sleman guna menjalani penyidikan. Terkait status, Anang belum bisa memastikan. Hanya saja jika teebukti bersalah akan dijerat dengan Pasal 310 Ayat 2 Undang-Undang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Terancam hukuman 1 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp. 2 juta.

“Belum berstatus tersangka, masih dalam proses penyidikan. Kecepatan truk ngakunya sedang tapi akan kami pastikan dengan olah TKP. Dugaan mabuk sementara tidak, cuma mengantuk saja,” katanya.(dwi/sky)

Sleman