RADAR JOGJA – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi mengalami penambahan arah luncuran guguran lava pijar. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat 2 aktivitas luncuran guguran lava pijar ke arah tenggara. Tepatnya menuju hulu Kali Gendol, Cangkringan.

Aktivitas vulkanik ini terpantau oleh sejumlah kamera pengawas. Salah satunya adalah milik Pos Induk Balerante Klaten Jawa Tengah. Dalam video tersebut terlihat lelehan lava pijar mengalir dari bukaan kawah utama Gunung Merapi.

“Benar ada guguran dengan arah tenggara atau ke hulu Kali Gendol. Guguran lava pijar pertama terjadi Kamis sore pukul 17.40 WIB lalu yang kedua pukul 23.16 WIB. Keduanya meluncur dengan jarak maksimal 400 meter,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/3).

Berdasarkan pantauan BPPTKG, sumber guguran berasal dari kubah lava sisi tengah. Diketahui bahwa volume kubah lava ini terus bertambah. Sehingga mendesak material yang diatas dan terjadilah guguran.

Data terakhir menyebutkan kubah lava sisi tengah memiliki volume 950.000 meter kubik. Kecepatan pertumbuhan sejak 4 Januari 2021 sebesar 12.800 meter kubik perhari. Sementara kubah lava sisi barat daya sebesar 840.000 meter kubik. Dengan laju pertumbuhan 12.900 meter kubik perhari.

“Kubah lava sisi barat daya juga masih terjadi guguran. Rentang waktu 01.00 hingga 06.00 pagi ini sudah terjadi 4 kali guguran. Untuk status masih Siaga atau Level III,” katanya.

Melihat situasi ini, Hanik kembali mengingatkan warga untuk tetap waspada. Terutama untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Kilometer dari puncak Gunung Merapi. Adapula bahaya lontaran material dalam radius 3 kilometer apabila terjadi erupsi eksplosif.

“Warga kami minta tetap waspada dan terus memantau perkembangan terkini. Batasi aktivitas jangan sampai masuk radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi,” pesannya.(dwi/sky)

Sleman