RADAR JOGJA –  Sebanyak 856 orang komunitas bandara yang terdiri dari 282 karyawan PT. Angkasa Pura I dan stakeholder di wilayah bandara  melakukan Vaksinasi,di terminal A Bandara Adisutjipto.

Dalam proses vaksinasi ini sempat menimbulkan antrian panjang. Tepatnya di pintu masuk terminal A Bandara Adi Sutjipto. Terlihat belum ada jarak ideal sebagai penerapan protokol kesehatan.

“Saya kira ini kan waktu pertama dan animo para peserta luar biasa.Mereka betul-betul bersemangat, hampir semua instansi ini ingin sekali secepatnya divaksin,” jelas General Manager PT. Angkasa Pura I Bandara Internasional Adi Sutjipto Jogjakarta Agus Pandu Purnama ditemui usai pantauan vaksinasi, Kamis (25/3).

Upaya antisipasi antrian sejatinya telah disiapkan. Berupa pembagian waktu vaksinasi menjadi 4 tahapan. Hanya saja belum ada penetapan jarak antar peserta vaksin dalam antrian.

“Sebenarnya sudah dibagi 4 shift. Tapi shift pertama ini menjadi evaluasi. Tapi InsyaAllah ini sudah diatur paling tidak untuk jaga jarak dan lain-lain sesuai dengan protokol,” katanya.

Terkait vaksinasi, Pandu memastikan menyasar  seluruh komunitas bandara. Langkah inj guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi semua pihak. Tak hanya internal komunitas bandara tapi juga para calon penumpang maskapai penerbangan.

Pandu nenargetkan vaksinasi rampung dalam satu hari. Terbagi dalam 4 shift untuk 856 orang. Untuk setiap shiftnya ditargetkan lebih dari 200 orang bisa tervaksinasi.

“Saya yakin dengan adanya vaksinasi di lingkungan bandara ini tentunya menambah keyakinan para pengguna jasa bahwa kami di sini yang melayani ini sudah divaksin,” ujarnya.

Vaksinasi terhadap komunitas bandara juga menyasar Yogyakarta International Airport (YIA). Pandu menuturkan, ada sekitar 1.400 pekerja di bandara Kulonprogo tersebut. Hanya saja untuk waktu masih dalam koordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

Pasca vaksin, Marsekal Pertama TNI AU ini mengingatkan seluruh unsur komunitas bandara tidak menyepelekan keberadaan Covid-19. Dia menegaskan agar protokol kesehatan tetap berjalan disiplin. Terutama dalam penerapan 5M di lingkungan bandara.

“Jadi bukan berarti setelah divaksin bebas untuk kemana saja membuka masker dan lain-lain saya rasa tidak. Tetap setelah vaksin ini tetap melakukan 5M,” pesannya.

Pandu menambahkan, proses vaksinasi di Bandara Adi Sutjipto tidak mengganggu operasional penerbangan. Ini karena seluruh penerbangan terfokus di Terminal B. Sementara gedung Terminal A kosong dan belum terpakai.

“Jadi sudah dibagi, tidak mengganggu operasional bandara. Semua petugas ini bergantian. Jadi sebagian tetap melaksanakan tugasnya di terminal untuk melayani para pengguna bandara ini,” tambahnya.

Beberapa peserta vaksin sempat takut menghadapi jaruk suntik. Salah satunya adalah staf Kokapura Ground Handling Dika. Perempuan berusia 30 tahun ini awalnya sempat takut. Hingga akhirnya dia meminta vaksinator memegangnya dengan erat.

Dika menilai, vaksinasi bagi karyawan lapangan sangatlah penting. Terlebih yang memiliki peran berhadapan dengan publik. Tentunya potensi terpapar Covid-19 juga tinggi.

“Ada phobia, tapi ternyata tidak sesakit yang saya bayangkan. Berterimakasih sekali karena vaksinasi ini sangat penting. Menjadi protect untuk diri sendiri setelah vaksin,” kesannya.(dwi/sky)

Sleman