RADAR JOGJA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman hendak membangun empat jembatan. Karena masuk skala prioritas, anggaran pembangunan tidak terpengaruh dengan adanya refocusing.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Sleman Achmad Subhan menjelaskan, adanya refocusing anggaran tidak berpengaruh terhadap rencana pembangunan infrastruktur jembatan tersebut. Empat jembatan tersebut, antara lain, Jembatan Grembyangan di Prambanan, Jembatan Pasekan di Maguwoharjo, Jembatan Ngipik di Pakem dan Jembatan Rejodani di Ngaglik.

”Proyeknya masih sama dari pengajuan tahun 2019 lalu. Kemudian realisasinya 2020. Karena ada penundaan akibat Covid-19, pengerjaannya baru bisa dilakukan tahun ini,” terangnya Selasa (23/3).

Dijelaskan, proyek ini sudah masuk dokumen lelang dan ditayangkan dalam website layanan pengadaan barang/jasa secara elektronik (LPSE). Dimana, untuk pembangunan Jembatan Grembyangan dan Rejodani masuk proyek skala besar.

Kedua jembatan ini merupakan program lanjutan, yang semula sempat dipondasi dan tinggal menambahkan badan jembatan. Sementara untuk Jembatan Rejodani, pembangunan dimulai dari struktur pondasi. “Kalau program lanjutan ini sifatnya murni dari pondasi sampai baru. Sedangkan Jembatan Pasekan dan Ngipik lebih pada rehabilitasi,” jelasnya.

Nah, selain pembuatan jembatan, DPUPKP juga mentargetkan ruas jalan, tahun ini. Targetnya, ada tujuh titik. Antara lain, ruas Jalan Karang Kalasan-Salakan, Kemusuh-Seyegan, Ledoksari-Nglengkong, Nandan-Krikilan, Sumber-Kwayuhan, Watuadeg-Plosorejo, dan Glondong-Tegalrejo. Target perbaikan tiap lokasi rata-rata sepanjang 1 km.

Dia berharap seluruh kegiatan tersebut dapat terealisasi. Salah satunya dengan mempertimbangkan aspek sosiologis masyarakat. Seperti halnya, Jembatan Grembyangan. Menurutnya merupakan akses penting, sebab, menjadi penghubung menuju tempat pemakaman umum (TPU). Sebagaiman permintaan masyarakat dulu. “Kami tidak enak hati kalau ditunda lagi.

Sementara itu Kasi Peningkatan Jalan Jembatan DPUPKP Sleman Dwi Endarto Budi Santosa menambahkan, proses pengadaan proyek tersebut sudah masuk dokumen biaya pengadaan barang dan jasa (BPBJ). Dan sudah dilakukan dua kali review dokumen. “Insyaallah dokumen sudah lengkap. Kami tinggal menunggu proses tendernya oleh BPBJ,” kata pria yang akrab disapa Dwi itu.

Dijelaskan, untuk memulai pekerjaan berdasarkan proses tender. Kendati begitu, harapannya awal Mei sudah bisa taken kontrak. Adapun paket peningkatan jalan, nilainya Rp 18,182 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk enam paket dan satu paket senilai Rp 6,682 miliar bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sedangkan untuk peningkatan empat paket jembatan senilai Rp 22,417 miliar. “Itu anggaran sebelum refocusing. Jika nanti ada refocusing anggaran, akan kami sesuaikan,” pungkasnya. (mel/bah)

Sleman