RADAR JOGJA – Tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE)  kini telah berlaku nasional. Di tahap pertama ini, sebanyak 12 Kepolisian Daerah di seluruh Indonesia secara serentak meluncurkan tilang dengan menggunakan bantuan kamera pengawas tersebut.

Para pelanggar lalulintas di Jogjakarta harus bersiap diri. Jajaran Direktorat Lalulintas (Ditlantas) Polda DIJ telah menerapkan electronic traffic law enforcement (ETLE) di sejumlah ruas jalan. Sistem yang mengusung kamera artificial intelegent ini berlaku tegas mulai Selasa (23/3).

Sejatinya program ini telah berjalan sejak medio 2020. Hanya saja kala itu masih berlaku sosialisasi kepada para pengendara kendaraan bermotor di Jogjakarta. Sehingga lebih diutamakan teguran daripada tindakan penilangan.

“Secara nasional Mabes Polri melaunching ETLE hari ini. Jadi mulai berlaku di seluruh Polda  di Indonesia. Kalau Jogjakarta sendiri ada 4 titik dan memang sudah ada penilangan,” jelas Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto ditemui di Mapolda DIJ, Selasa (23/3).

Yuliyanto menambahkan,  ETLE sendiri merupakan wujud transformasi teknologi. Khususnya dalam penegakan hukum di bidang lalulintas jalan raya. Sistem hukum ini dilengkapi dengan kamera yang mengusung artificial intelegent.

Keunggulan kamera ini, secara otomatis dapat mengabadikan seluruh pelanggaran. Bahkan dapat secara detail menangkap rupa pengemudi di dalam mobil. Termasuk membaca identitas pemilik kendaraan melalui plat nomor.

Data tersebut kemudian masuk ke Regional Traffic Management Center (RTMC) Ditlantas Polda DIJ. Proses selanjutnya adalah verifikasi selama tiga hari. Setelahnya surat konfirmasi tilang dikirim ke alamat sesuai plat nomor kendaraan.

“Nanti pelanggar atau pemilik kendaraan memiliki batas waktu konfirmasi 5 hari. Bisa lewat website atau langsung juga ke Ditlantas Polda DIJ. Pasca konfirmasi setiap pelanggar akan mendapatkan kode BRIVA,”tambahnya.

Tahapan awal ada empat kamera terpasang. Diantaranya simpangempat Tambak Wates Kulonprogo, simpangempat Ngabean, simpangtiga Maguwoharjo dan simpangempat Ketandan Ringroad Timur. Setiap kamera berjenis high definition, dengan tangkapan yang detil.

“Kamera terpasang juga ada flash dan lain sebagainya. Itu sudah didesain sedemikian rupa untuk pengawasan pengendalian dan merekam semua pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di 4 titik tersebut,” ujarnya.

Kapolres Sleman medio 2016 ini tak menampik akan ada pertambahan fasilitas. Keempat titik hanya pemasangan awal. Untuk selanjutnya bertambah di sejumlah titik lainnya.

Lokasi pemasangan kamera ETLE memiliki sejumlah pertimbangan. Salah satunya tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan di lokasi tersebut. Selain itu keempat titik dianggap sebagai pintu masuk menuju Jogjakarta.

“Kedepan tentu berharap tambah lagi titiknya, sedang dalam proses. Pemda bisa ikut serta dengan menambahkan titik pemasangan kamera ETLE. Ketertiban lalulintas pengendara tak hanya menjadi tanggungjawab Polisi tapi Pemda juga memiliki peran yang tak kalah penting,” katanya. (dwi/sky)

Sleman