RADAR JOGJA- Pria mesum, pemburu payudara, kembali melakukan kejahatannya di kawasan Condongcatur, Depok, Sleman.

Kali ini, korbannya perempuan berinisial MCR (28), indekos di Padukuhan Manukan, Condongcatur. Kejadian peremasan payudara terjadi pada hari Kamis (11/3) sekitar  Jam 10.00

MCR menceritakan kejadiannya. Saat itu, ia jalan kaki dari indekosnya untuk membeli minum, tapi tiba-tiba ada pengendara motor mendekat, lalu meremas payudaranya. “Waktu itu keluar cari minum, saya jalan kaki,” jelasnya, Selasa (16/3).

Meski tak melihat secara cermat si pelaku, MCR masih ingat dengan ciri-ciri pelaku, yaitu memakai motor matik dengan knalpot blombongan, plat kendaraan bermotor AB dengan belakangnya TI, dan jaket warna krem.

MCR mengaku sempat trauma dengan mengurung diri di dalam kosnya. Ia baru berani keluar kos pada hari Senin (15/3). Sempat dirawat di rumah sakit selama dua hari karena trauma, kejadian pelecehan bisa menimpa dirinya. Waktu itu, asam lambungnya naik, tidak nafsu makan, dan muntah-muntah.

Baharuddin Kamba, Kadiv Humas JPW (Jogja Police Watch) mengatakan kasus pelecehan meremas payudara ini perlu menjadi perhatian kepolisian. Pasalnya, modus peremasan payudara pernah terjadi pada pertengahan Januari 2021 kasus begal payudara, tapi korbannya laki-laki gondrong.

“JPW merasa prihatin dan menyayangkan kasus begal payudara kembali terjadi lagi. Bagi pelaku pelecehan seksual dapat dijerat pasal-pasal yang berkaitan dengan kesusilaan yang dapat diancam pidana penjara,” katanya.

Kamba menyebut pasal yang tepat untuk menjerat pelaku begal payudara, yaitu pasal 290 ayat (1) KUHP karena melakukan perbuatan cabul saat korban tidak berdaya dengan ancaman pidana penjara 7 tahun lamanya. “JPW mendorong kepada Pemerintah dan DPR untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-undang Penghapusan Kekerasan Seksual,” ujarnya. (sky)

Sleman