RADAR JOGJA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan pemasaran produk bagi kelompok usaha mikro kecil menengah (UMKM) di seluruh nusantara. Salah satunya dengan membuka stan dalam kegiatan Gebyar Produk Unggulan Nusantara di Atrium Jogja City Mall (JCM), Jumat (12/3).

“Kegiatan ini sebagai layanan pemulihan bidang sosial, ekonomi bagi warga terdampak bencana alam,” ungkap Direktur Pemulihan Sosial Ekonomi BNPB Yolak Dalimunthe di lokasi Jumat (12/3).

Berbagai produk, seperti aneka jenis kopi, minuman robusta, olahan jamur, snack, kerajinan tangan hingga produk tekstil berjajar memenuhi stan tersebut. Produk-produk itu dari berbagai kelompok UMKM mulai dari Lombok, Sinabung, Pekanbaru, Banjarnegara, Sukoharjo, Sumedang, dan produk dari Sleman.

Nah, dukungan pemasaran ini diberikan dalam bentuk offline maupun online. Tujuannya dapat membantu meningkatkan penjualan dan pendapatan.
Disebutkan, menurut World Bank, Indonesia merupakan salah satu dari 35 negara di dunia dengan tingkat ancaman bencana tinggi. Sehingga kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan tidak hanya meliputi sektor infrastruktur. Melainkan psikologis, sosial dan ekonomi.

Dampak langsung bencana alam terhadap sektor ekonomi adalah hilangnya sumber pendapatan ekonomi. Dikarenakan rusaknya fasilitas, alat, bahan dan market produksi.

Pameran kali ini, juga bekerjasama dengan tujuh universitas negeri untuk pendampingan. Ketujuh universitas tersebut yakni, Universitas Hasanuddin Makassar. Universitas Tadulako Palu, Universitas Mataram, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Institut Pertanian Bogor. “Ada juga Universitas Lampung, Universitas Jenderal Sudirman,” pungkasnya.

Dikatakan, pameran ini kali pertama digelar di tahun 2021. Rencananya akan menyasar empat kota. Selain di DIJ yang berlangsung kemarin, 11-14 Maret mendatang. Juga akan digelar di Palembang, Jakarta dan Bandung.
Salah satu yang menjadi fokus pendampingan BNPB yaitu, mereka yang tinggal di lereng Merapi. Secara perekonomian terdampak. Pariwisata macet, menyebabkan kondisi ekonomi membelit.

Melinda Tanjung, 31, warga sekaligus pegurus koperasi kelompok sumber rizki Bendosari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman mengatakan, salah satu potensi di Bendosari adalah peternakan sapi perah. Sehingga, dorongan yang diberikan berupa program pendampingan BNPB. Yaitu dengan pembuatan produk susu pasurisasi aneka rasa.Warga yang umumnya menjual susu murni (mentah, red) dengan harga murah per liternya. Dengan pengolahan tersebut dapat meningkatkan nilai ekonomi. “Kami diberikan pendampingan setelah erupsi. Pendampingan sejak 2012 lalu,” katanya.

Pendampingan, diberikan mulai dari pelatihan pengolahan produk, hingga cara pengemasan menarik.

Menurutnya, untuk pemasaran dulu ramai di lokasi pariwisata. Karena pandemi, permintaan yang semula 100 botol per hari menjadi 30-50 botol. Kalau susu mentah, tidak terlalu berdapak signifikan. Dia berharap, melalui promosi ini perlahan-lahan perekonomian dapat kembali pulih. (mel/bah)

Sleman