RADAR JOGJA- Ibunda Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Yohana Sutarmi, meninggal dunia , Rabu (10/3). Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri untuk memberikan penghormatan terkahir ke kediaman Hasto di rumah duka Pendopo Krido Manunggal Budaya, Gadingan, Jalan Kaliurang KM 10.9, Ngaglik, Sleman.

Presiden Jokowi Bersama , Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DIJ  Hamengku Buwono (HB) X, tiba di rumah duka sekitar pukul 11.28 WIB.

Krismono ,59 yang merupakan perwakilan keluarga menjelaskan, kedatangan Jokowi untuk menyampaikan ucapan bela sungkawa.

“Kedatangan Pak Jokowi untuk menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya ibu kami. Kami mengucapkan terimaksih karena hadir di rumah kami. Ini kehormatan dan kebahagiaan bagi kami Presiden bisa rawuh,” katanya Rabu (10/3).

Kakak Hasto Kristiyanto ini menjelaskan, ibunya meninggal pagi ini pukul 06.30 WIB karena sakit. Bahkan beberapa kali sudah dirawat intens di rumah sakit.

“Meninggal karena sakit, sakitnya sudah cukup lama, usianya juga sudah 88 tahun, sudah 2 tahun sakit dan beberapa kali dirawat di rumah sakit dan terakhir dirawat di rumah,”jelasnya.

Krismono menambahkan, “Rencananya jenazah akan dimakamkan Kamis (11/3) di makam keluarga daerah Gadingan, Ngaglik.

Sebelumnya, akan diadakan misa pada malam nanti jam 18.00 WIB kemudian besok jam 11 pemberangkatan ke pemakaman,”tambahnya.

Hasto mengatkan, ia masih mendengar kondisi ibunya dalam keadaan baik dan makan malam seperti biasa pada Selasa malam kemarin. Namun ia mendapat kabar duka tersebut pagi ini sesaat setelah tiba di kantor pada pukul 06.30 WIB tadi.

“Tadi pagi dalam perjalanan dari rumah ke kantor, berangkat jam 05.35, sepanjang jalan saya memutarkan lagu Nderek Dewi Maria, lagu kesukaan ibu saya,” katanya.

Politikus PDIP asal Jogja ini mengatakan pernah suatu ketika ia menanyakan mengapa sang ibu suka menyanyi.

Ibunda, kata Hasto, menjawab bahwa di telinganya seperti ada suara yang menyanyi dan sang ibu tinggal menirukan. Hasto mengatakan ibunya hafal banyak tembang.

“Ibu saya sudah ikhlas dan apa yang terjadi sesuai harapan beliau, dipanggil Tuhan dalam keadaan baik-baik saja, di rumah dan tidak sakit. Bahkan selama tiga tahun terakhir, Ibu suka bersenandung dan menyanyikan banyak lagu,” ucapnya.(sky)

Sleman