RADAR JOGJA – Mengurangi rasa takut dan cemas divaksin, Pemkab Sleman menggelar vaksinasi masal di Sleman City Hall (SCH). Tujuan lainnya juga diharapkan bisa menggerakan perekonomian UMKM di mal tersebut.

Ya, dalam vaksinasi masalam tahap II ini, ratusan aparatur sipil negara di lingkungan Kabupaten Sleman memadati SCH, Senin (8/3). Bupati Sleman Kustani Sri Purnomo (KSP) menyebut, alasan dilaksanakan di mal, untuk mengedukasi masyarakat umum agar tidak takut vaksin. Selain itu, secara ekonomi, mall juga turut terdampak pandemi. Dengan adanya kegiatan vaksinasi di mall dapat meningkatkan daya beli mall. Berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sleman.”Sebab, banyak UMKM yang di sini (SCH). Gerakan bersama, sehat bersama, kedepan mempercepat pemulihan ekonomi,” ungkapnya.

General Manager SCH Lanny Kuputri mengatakan, vaksinasi di mall ini dalam rangka mendukung program pemerintah sekaligus bentuk kepedulian sosial pelayanan publik menuju Indonesia Sehat. “Pandemi merugikan kita semua, dari segi kesehatan dan ekonomi. Harapannya ada kerjasama untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Sleman,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menyebut, total ASN yang hendak divaksin ada 3.000 orang. Kendati begitu, vaksinasi kemarin, menyasar 1.000 orang. Pelaksanaan vaksinasi terbagi menjadi dua sesi. Masing-masing sesi 500 orang.

Vaksinasi ASN akan dilaksanakan selama tiga hari. Kemarin hingga Rabu (8-10/3) di lokasi yang sama. Berikutnya, hari kedua, akan menyasar 1.500 orang. Dan akan melibatkan lebih banyak lagi petugas vaksin. Yakni petugas kesehatan di 25 Puskesmas dan dibantu tenaga fasilitas kesehatan ataupun rumah sakit.

Kemudian, hari ke tiga akan menyasar 500 orang. “Hari pertama pelaksanaan masih banyak perbaikan. Meski simulasi sudah dilakukan,” ungkap Joko.
Pihaknya berupaya agar di hari berikutnya, tidak terjadi kerumunan. Disebutkan, pelaksanaan vaksinasi prosesnya masih sama. Pertama, mendaftar dulu. Lalu melakukan pemeriksaan. Berikutnya, vaksinasi. “Nah, setelah divaksin istirahat dulu selama 30 menit,” kata Joko. (mel/pra)

Sleman