RADAR JOGJA – Sebanyak 35 kalurahan di Sleman akan melaksanakan pemilihan lurah (pilur) pada 22 Agustus mendatang. Sama seperti pilur 2020, kali ini pemilihan juga akan dilakukan dengan cara elektronik.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK) Kabupaten Sleman, Budiharjo menjelaskan, akan ada 912 tempat pemungutan suara (TPS) yang digunakan. Tersebar di 470 padukuhan yang ada di 17 Kapanewon. Penentuan jumlah TPS, mengacu pada jumlah TPS pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Yang mana, sudah ada pembatasan jumlah pemilih paling banyak 500 daftar pemilih tetap (DPT) per TPS. Ketentuan tersebut, sesuai Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 141/6698/SJ tanggal 10 Desember 2020 tentang Jumlah Pemilih di Tempat Pemungutan Suara Pemilihan Kepala Desa Serentak di era pandemi Covid-19.

”Pilur serentak secara elektronik diperkirakan diikuti oleh jumlah pemilih sebanyak 356.086 orang,” jelas Budi saat memberikan pengarahan umum pemilihan Lurah serentak secara elektronik tahun 2021 di Pendopo Parasamya Setda Pemkab Sleman Senin (8/3).

Pilur serentak juga akan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 112 Tahun 2014 tentang Pemilihan dan Pemberhentian Kepala Desa.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menilai, pilur serentak 2020 telah berhasil dilakukan dengan baik dan lancar. Meski demikian, ia menilai tetap harus ada evaluasi dan perbaikan-perbaikan pada pilur serentak 2021. “Hal ini untuk mengantisipasi permasalahan-permasalahan pada pelaksanaan sebelumnya, sehingga pelaksanaan pilur tahun ini benar-benar berjalan dengan baik, lancar dan yang kita harapkan dapat menjadi kesuksesan kita bersama,” kata Kustini.

Pilur serentak yang dilaksanakan saat pandemi Covid-19, perlu mendapat perhatian khusus. Kustini menegaskan, agar pilur di Kabupaten Sleman dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, cermat dan berpedoman pada aturan. “Saya harap pelaksanaan pemilihan lurah secara serentak dapat dilaksanakan secara aman serta tidak memunculkan kluster pilur,” harapnya. (eno/bah)

Sleman