RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan Sleman memperbarui data zonasi sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Berdasarkan data terbaru, tiga Kapanewon berstatus zona merah. Diantaranya Kapanewon Ngemplak, Kapanewon Pakem dan Kapanewon Seyegan.

Kemunculan tiga zona merah berawal dari lonjakan kasus. Awalnya ketiga wilayah tersebut berstatus zona orange. Perubahan data ini berlangsung dinamis, tepatnya sejak 5 Maret.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo menuturkan, “Peta epidemiologi ini memang sangat dinamis. Pekan lalu memang tak ada zona merah tapi sekarang muncul,” jelasnya ditemui usai vaksinasi di Sleman City Hall, Senin (8/3).

Berdasarkan data terbaru juga terjadi perubahan pada zona lainnya. Tercatat Kabupaten Sleman saat ini memiliki 6 kapanewon dalam zona orange. Adapula 8 Kapanewon yang masuk dalam zona kuning.

Enam Kapanewon yang masuk dalam zona orange diantaranya Kapanewon Moyudan, Minggir, Mati, Prambanan, Kalasan dan Ngaglik. Sebanyak 8 Kapanewon tersisa masuk dalam zona kuning. Sementara untuk Kapanewon yang masuk zona hijau masih nihil.

“Perubahan ini terjadi karena angka kasus di tingkat RT juga dinamis. Tapi memang tak ada zona merah di tingkat RT. Detilnya sebanyak 472 RT masuk zona kuning, 1 RT zona orange dan 7073 RT zona hijau,” katanya.

Joko menambahkan, salah satu wilayah yang terjadi lonjakan kasus adalah Padukuhan Kaliurang Timur, Kapanewon Pakem. Tercatat ada 22 kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di wilayah tersebut. Dari total kasus sebanyak 7 pasien telah merampungkan masa isolasi.

Sebanyak 15 kasus tersisa, terbagi dalam 8 rumah. Berdasarkan fakta ini, maka wilayah tersebut masuk dalam zona orange. Kebijakan ini juga diikuti dengan tindakan karantina wilayah yang bersifat lokal.

“Lockdown sampai zonanya menjadi kuning. Selama masih orange, masih lockodown tingkat RT. Ditutup sejak 1 Maret sampai zonasi berubah, semoga 14 Maret besok sudah jadi kuning,” tambahnya. (dwi/sky)

Sleman