RADAR JOGJA – Bertepatan dengan hari International Women’s Day (IWD) atau Hari Perempuan Internasional 2021, Komite IWD Jogjakarta melakukan aksi di Jalan Affandi, Sleman, Senin (7/3). Demonstrasi itu dimaksudkan untuk mendesak DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Sebab, sejak 2012 RUU PKS masuk program legislasi nasional alias prolegnas, sampai tahun 2020 belum disahkan.

Sebagaimana tertera di dalam rilis Komite IWD, selama masa pandemi di Indonesia menjadikan perempuan rentan mengalami kekerasan. Sesuai catatan Komisi Nasional untuk Perempuan, selama 2020 tercatat terdapat 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan. Tentu ini angka-angka ini tidak valid 100 persen. Sebab, masih banyak korban-korban kekerasan yang takut untuk bersuara dan melaporkan kasusnya.

”Ini menjadi suatu hal yang wajar, jika mengingat masih kentalnya budaya menyalahkan korban kekerasan,” tulis di dalam pers rilis yang disampaikan.

Thomas Tatag Yana, salah satu peserta aksi dari UGM mengatakan, massa aksi tidak hanya demo, tapi mengajak masyarakat untuk berpikir. ”Kami ingin menyadarkan masyarakat terkait hal-hal yang sebenarnya masyarakat perlu tahu,” ujarnya.

Lebih lanjut, Thomas menambahkan, meski IWD merupakan hari untuk perempuan dia tetap datang karena dasar solidaritas dan kemanusiaan. ”Dalam arti perempuan juga manusia, saya juga manusia, saya memperjuangkan apa yang mereka butuhkan dan apa yang mereka tuntut,” ucapnya. (om2/ila)

Sleman