RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran. Aktivitas vulkanik ini terjadi pukul 21.11, Minggu (7/3). Estimasi jarak luncur awan panas ini mencapai 1.500 meter menuju arah barat daya.

Berdasarkan pencatatan BPPTKG, awan panas terekam di seismogram dengan amplitudo 47 milimeter. Sedangkan untuk durasi mencapai 148 detik. Untuk sementara ini belum terlaporkan adanya hujan abu pasca munculnya awan panas.

“Benar muncul awan panas Minggu malamĀ  tepatnya pukul 21.11. Dari pengamatan visual awan panas meluncur sejauh 1,5 kilometer dari puncak Merapi. Arahnya masih barat daya,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/3).

BPPTKG juga mencatat adanya aktivitas vulkanik lainnya. Berupa 40 guguran yang terjadi dari 12.00 hingga 18.00. Aktivitas ini tercatat dengan amplitudo antara 3 hingga 22 milimeter. Tercatat berdurasi antara 17 detik hingga 117 detik.

Adapula aktivitas hembusan dalam kurun waktu yang sama. Tercatat ada 3 hembusanĀ  dari kawah Gunung Merapi. Memiliki amplitudo 6 hingga 8 milimeter dan berdurasi antara 11 hingga 19 detik.

“Aktivitas ini masih tergolong normal mengingat saat ini status Merapi memang Siaga atau Level III. Tapi masyarakat tetap kami minta waspada dan tidak beraktivitas di radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi,” katanya.(dwi/sky)

Sleman