RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran, tepatnya pukul 20.00, Kamis (4/3). Awan panas tersebut meluncur sejauh 1.300 meter. Arah luncuran menuju barat daya atau hulu Kali Krasak dan Boyong.

Seismogram milik BPPTKG mencatat awan panas guguran memiliki amplitudo 25 milineter. Sementara untuk durasi mencapai 136 detik. Awan panas guguran ini berasal dari kubah lava sisi barat daya.

“Benar muncul awan panas Kamis malam ini tepatnya pukul 20.00. Menuju arah barat daya dengan jarak luncur 1,3 kilometer dan berdurasi 136 detik,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3).

Berdasarkan catatan BPPTKG juga terjadi guguran material. Tercatat ada 39 guguran dalam rentang waktu 00.00 hingga 12.00. Sementara dari 12.00 hingga 18.00 terjadi 53 guguran material.

Hanik memastikan kondisi ini masih tergolong normal. Aktivitas vulkanik masih akan terus terjadi selama produksi magma masih berlangsung. Terlebih saat ini Gunung Merapi memiliki dua kubah lava.

“Aktivitas vulkanik masih cukup tinggi, maka dari itu warga kami minta tak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi. Kalau untuk status masih di Level III atau Siaga,” katanya.(dwi/sky)

Sleman