RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan material awan panas,  pukul 21.36, Kamis (4/3). Awan panas meluncur sejauh 1.500 meter. Arah luncuran menuju arah barat daya atau hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Dalam kejadian kali ini, seismogram BPPTKG mencatat amplitudo sebesar 30 milimeter. Sementara untuk durasi awan panas guguran mencapai 145 detik. Belum terlaporkan dampak hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman.

“Benar muncul awan panas kedua, tepatnya pukul 21.36. Jarak luncurnya 1,5 kilometer menuju arah barat daya,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Kamis (4/3).

Tak berselang lama muncul awan panas ketiga, tepatnya pukul 21.42. Jarak luncur awan panas kali ini mencapai 1.300 meter. Masih di arah yang sama yaitu sektor barat daya.

Untuk awan panas ketiga, seismogram BPPTKG mencatat amplitudo sebesar 25 milimeter. Sementara untuk durasi mencapai 126 detik. Visual kedua aktivitas vulkanik ini teramati secara jelas dari berbagai pos pengamatan Gunung Merapi.

“Hingga saat ini belum ada laporan masuk untuk dampaknya berupa hujan abu. Tapi kami minta warga tetap waspada,” katanya.

Selang beberapa jam sebelumnya atau pukul 20.00 juga terlaporkan munculnya awan panas. Meluncur sejauh 1.300 meter dengan arah luncuran menuju barat daya.

Seismogram milik BPPTKG mencatat awan panas guguran memiliki amplitudo 25 milineter. Sementara untuk durasi mencapai 136 detik. Kedua awan panas guguran ini berasal dari kubah lava sisi barat daya.

“Masih terus kami amati dan apabila terjadi perkembangan situasi akan terus kami kabarkan. Sebagai catatan memang aktivitas vulkanik masih cukup tinggi sehingga warga dilarang mendekat dalam radius 5 kilometer dari puncak,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman