RADAR JOGJA – Tiga pelaku penipuan dengan menggunakan bukti pemilik kendaraan bermotor (BPKB) palsu untuk mengajukan pinjaman dibekuk jajaran polisi unit Reskrim Polsek Mlati. Modusnya pelaku menggunakan BPKB palsu untuk mencairkan kredit di bank mencapai Rp 300 juta.

Kapolsek Mlati Kompol Hariyanto menjelaskan dua tersangka di antaranya merupakan karyawan sebuah bank perkreditan rakyat (BPR) yang ada di Sinduadi, Mlati, Sleman. Dua pegawai bank yang diamankan, BF, 32, warga Bantul dan ANJ, 31, warga Jogjakarta. Satu tersangka laimnya adalah DH, 30, warga Gamping, Sleman. Diketahui, penipuan terjadi pada hari Oktober tahun lalu. Ketiga pelaku merupakan komplotan peminjam uang dengan jaminan BPKB palsu.

Dalam aksinya mereka berbagi peran. BF yang mencari nasabah, ANJ memproses kredit dan DH yang mengajukan pinjaman dengan jaminan BPKB palsu. Semula tersangka BF menawarkan ke tersangka DH untuk mengajukan pinjaman dana di tempatnya kerja.

Kemudian tersangka DH menyediakan unit mobil Mitsubishi Pajero warna hitam Nopol AB-1117-YU sebagai jaminan. Mengingat mobil tersebut hanya mobil yang disewa oleh tersangka DH, maka tersangka BF berupaya memesan BPKB palsu sesuai identitas mobil.
“Biaya pembuatan BPKB palsu tersebut dibayar oleh tersangka ANJ selaku kabag kredit BPR sebesar Rp 12 juta,” ungkap Hariyanto Selasa (2/3).

Setelah seminggu, BPKB palsu tersebut jadi. Kemudian, tersangka BF memproses pengajuan pinjaman tersangka DH dengan nilai permohonan kredit sebesar Rp 300 juta. Dana yang berhasil cair, kemudian dibagi dua antara DH dengan tersangka BF. Masing-masing mendapat Rp 120 juta setelah dipotong biaya administrasi dan blokir angsuran.

Sedangkan tersangka ANJ, mendapat 10 persen atau sebesar Rp 30 juta. Serta mendapatkan uang pengembalian pembuatan BPKB palsu Rp 12 juta. Tidak hanya itu, ANJ juga masih mendapat tambahan uang dari tersangka BF sebesar Rp 25 juta.

“Kasus ini terungkap setelah adanya audit dan diketahui BPKB itu palsu. Selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Mlati, 11 November 2020,” kata Haryanto.
Petugas yang mendapatkan laporan kemudian melakukan penyelidikan. Polisi juga berhasil mengidenfitikasi para pelaku. Setelah bukti cukup kuat, DH ditangkap di rumahnya, BF ditangkap di wilayah Semarang pada Minggu (14/2).

Disusul penangkapan tersangka ANJ di daerah Jakarta Barat pada 23 Februari.
Para pelaku, dijerat dengan pasal 378 KUHP jo pasal 55 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman maksimal lima tahun penjara. (eno/bah)

Sleman