RADAR JOGJA – Kustini Sri Purnomo (KSP) resmi menjadi bupati perempuan pertama di Sleman. Itu setelah serah terima jabatan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sleman terpilih, berlangsung di Pendopo Parasamya Sleman, kemarin (1/2). Bupati Sleman yang semula di pegang oleh pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman Harda Kiswaya, kini diserahkan kepada Bupati KSP dan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.

Usai sertijab dan pembacaan pidato pertamanya di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sleman, KSP siap gas pol menjalankan kepimpinannya. Terutama dalam penanganan pandemi Covid-19. Pembelanjaan dana baik anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dari pusat atau pun Danais (Dana Keistimewaan) dari Gubernur InsyaAllah langsung tancap gas setelah  paripurna dengan DPRD,” ungkap KSP usai kegiatan kemarin (1/2).

Dia berjanji hendak melakukan penanganan sebaik mungkin. Baik dalam infrastruktur ataupun pelayanan penanganan Covid-19 dan peningkatan ekonomi. Dikatakan, data kemiskinan di Sleman naik, sehingga pihaknya akan konsen melakukan pendataan ulang kemiskinan.

KSP akan meneruskan kembali warisan Sri Purnomo, suami sekaligus Bupati Sleman sebelumnya. Yakni dengan memaksimalkan pelayanan publik melalui smart regency aplikasi online. Lalu melanjutkan, meningkatkan dan membuat inovasi dan sistem transparansi pemerintahan. Demikian juga dalam pembangunan fisik, proyek Jembatan Lemah Abang sebagai akses menghubungkan DIJ (Gunungkidul dengan Sleman) di wilayah Prambanan.”Namun di masa pandemi ini yang paling penting bagaimana membentuk masyarakat tangguh kesehatan, covid-19 dan pemulihan perekonomian,” tuturnya.

Di lokasi terpisah, dia menyampaikan pidato pertamanya. Kabupaten Sleman memiliki proyek berskala nasional, provinsi, kabupaten hingga tingkat keluarga. Demikian juga wilayah Sleman yang cukup luas dan di lintasi Gunung Merapi. Sehingga semua elemen masyarakat dan organisasi perangkat daerah (OPD) diminta kompak dan saling bekerjasama. Bersinergi untuk kemakmuran bumi sembada ini.”Saya dan wakil bupati siap merajut langkah-langkah, yang dalam bahasa Bu Tejo, harus solutif,” ungkapnya mengutip tokoh dalam film ‘Tilik’. Sebagai perempuan pertama yang menjabat Bupati Sleman, Kustini mengatakan, akan bekerja secara detail dan “menanak solutif”. Agar roda pemerintahan berjalan maksimal di periode jabatannya yang dinilai cukup singkat. Yakni, 3,5 tahun.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan selama dua pekan dia mengemban tugas sebagai Plh. Dengan kepemimpinan baru di Kabupaten Sleman diharapkan roda pemerintahan dapat berjalan dengan baik. Sleman semakin berkembang dan semakin sembada. “Diharapkan bupati terpilih dapat membawa pemerintahan berjalan baik, lebih makmur dan pelayanannya lebih bagus. Era kemarin sudah bagus, mudah-mudahan lebih bagus lagi,” harapnya. (mel/pra)

Sleman