RADAR JOGJA – Cuaca ekstrem belakangan ini mengakibatkan tanaman padi dan cabai petani di Kalasan ditumbuhi jamur. Ada sekitar 20 persen tanaman yang terkena jamur.

Ketua Forum Petani Kalasan Janu Riyanto menjelaskan, penyakit jamur yang menyerang padi dan cabai sangat mudah untuk perkembangan di musim penghujan. Untuk itu memerlukan penanganan yang cepat.

Karena saat ini masih banyak tanaman baru, serangan jamur di tanaman pun belum begitu terlihat. “Setiap musim penghujan, jamur pasti banyak,” beber Janu kemarin (28/2).

Adanya jamur ini menjadikan petani harus rela menambah modal untuk mengatasi jamur dan hama lain. Biaya tambahan yang dikeluarkan cukup mahal. Petani harus mengeluarkan Rp 100 ribu untuk lahan 1.000 meter. Hal ini yang membuat harga cabai di pasaran naik. “Namun tergantung obat yang dipakai. Rata-rata per 1.000 meter memerlukan dana Rp 100 ribu,” lanjutnya.

Untuk mencegah adanya jamur saat musim penghujan, ia menyebut para petani telah melakukan beberapa hal. Di antaranya menyemprotkan fungisida secara berkala. Mengurangi pupuk mengandung nitrogen tinggi, serta menjaga jarak tanaman.

Sedangkan untuk mengatasi jamur saat ini petani tetap menjaga kelembapan tanah bagi tanaman hortikultura. Drainase juga dijaga agar tetap lancar. “Ini agar air tidak naik menggenang dan lancar alirannya,” ungkap Janu. (eno/laz)

Sleman