RADAR JOGJA – BPPTKG melaporkan munculnya awan panas dari Gunung Merapi. Aktivitas vulkanik terjadi pukul 19.56, Sabtu malam (27/2). Jarak luncur awan panas mencapai 1.000 meter ke arah barat daya.

Berdasarkan catatan BPPTKG, awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 28 milimeter. Sementara untuk durasi berlangsung selama 99 detik. Jarak luncur masih dalam radius aman.

“Benar terjadi awan panas guguran malam ini pukul 19.56. jarak luncurnya 1 kiloemter menuju arah barat daya. Sumbernya masih dari kubah lava sektor barat daya,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Sabtu (27/2).

Sehari sebelumnya, (26/2), BPPTKG melaporkan adanya 18 guguran lava pijar. Jarak maksimum dari aktivitas vulkanik ini mencapai 1.800 meter. Zona luncuran masih ke arah barat daya tepatnya hulu Kali Krasak dan Boyong.

Dihari yang sama juga terlaporkan 1 kali awan panas guguran. Jarak luncur dari awan panas ini mencapai 1.500 meter. Arah luncur masih menuju arat barat daya.
“Kalau secara total guguran material ada 159 guguran, terlaporkan pula 1 gempa tektonik dan 3 hembusan. Kalau hari ini 28 guguran dan 2 hembusan,” katanya.
Berdasarkan catatan ini, Hanik memastikan status Gunung Merapi masih bertahan di Level III atau Siaga.

Warga diminta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak. Adapula potensi lontaran material beradius 3 kilometer apabila tipikal erupsi eksplosif.

“Aktivitas vulkanik masih cukup tinggi, kami minta masyarakat tetap waspada. Kami tetap memantau potensi bahaya yang terjadi dan segera menginfokan apabila terjadi perubahan aktivitas vulkanik,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman