RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran. Aktivitas vulkanik ini terjadi pukul 04.39, Jumat (26/2). Berasal dari kubah lava sisi barat daya dengan arah luncuran sektor yang sama, barat daya.

Berdasarkan catatan BPPTKG, awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 milimeterm. Sementara untuk durasi mencapai 130 detik. Estimasi jarak luncur mencapai kurang lebih 1,5 Kilometer arah barat daya.

“Benar ada awan panas guguran dini hari tadi tepatnya jam 04.39. Masih dari kubah lava barat daya meluncur ke hulu Kali Boyong dan Krasak sejauh 1,5 kilometer dari puncak. Tapi tinggi kolom tak teramati karena cuaca berkabut,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Jumat (26/2).

Tak hanya awan panas, BPPTKG juga mencatat aktivitas vulkanik lainnya. Berupa luncuran lava pijar dari kubah lava barat daya. Tercatat ada 6 kali luncuran lava pijar dengan jarak rata-rata 1,5 kilometer.

Luncuran lava pijar, lanjutnya, masih mengikuti alur yang sudah ada. Seluruhnya menuju arah barat daya, tepatnya hulu Kali Krasak dan Kali Boyong. Jarak luncur masih dibawah zona potensi bahaya erupsi Merapi.

“Aktivitas vulkanik masih cukup tinggi. Jadi memang guguran lava pijar maupun awan panas masih bisa terjadi sewaktu-waktu. Warga diimbau tetap waspada dan tidak beraktivitas radius 5 kilometer dari puncak Gunung Merapi,” pesannya.(dwi/sky)

Sleman