RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas. Kali ini luncuran awan panas terjadi pukul 16.52, Kamis (25/2). Luncuran awan panas diperkirakan sejauh 1,5 kilometer ke arah barat daya. Sementara untuk tinggi kolom tak teramati akibat kabut.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida menuturkan awan panas tercatat di seismogram dengan amplitudo 37 milimeter. Sementara untuk durasi mencapai 115 detik. Walau begitu status Gunung Merapi tetap bertahan di Level III atau Siaga.
“Benar terjadi awan panas guguran sore tadi pukul 16.52.

Jarak luncurnya 1,5 kilometer ke arah barat daya. Sumbernya masih dari kubah lava sisi barat daya,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (25/2).
Berdasarkan catatan BPPTKG, terdapat peningkatan aktivitas vulkanik dalam satu hari belakangan. Tepatnya berupa guguran material yang mengarah barat daya. Terjadi dalam rentang waktu Rabu sore (24/2) hingga Kamis.

Tercatat terjadi 18 guguran lava pijar pada pukul 18.00 hingga 24.00, Rabu (24/2). Lalu berganti hari muncul 28 kali guguran lava pijar di titik yang sama. Rata-rata memiliki jarak luncur 1.000 meter ke arah barat daya. Aktivitas vulkanik ini terjadi dari pukul 00.00 hingga 06.00.

“Lalu untuk pagi hingga siang hari tadi terjadi 4 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur 1,5 kilometer. Sore harinya terjadi satu guguran lava pijar dan satu awan panas,” katanya.

Hanik memastikan dominasi luncuran awan panas berada di sektor barat daya. Walau begitu tak menutup kemungkinan munculnya arah selatan. Terlebih saat ini Gunung Merapi telah memiliki 2 kubah lava.

Jarak potensi bahaya akibat guguran lava dan awan panas sejauh 5 kilometer dari puncak. Meliputi hulu Kali Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Kali Putih. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kometer dari puncak. “Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman