RADAR JOGJA – Sebanyak sepuluh penyandang disabilitas menerima pelatihan budidaya jamur yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Sleman. Hal tersebut adalah implementasi dari program usulan partisipasi masyarakat (PUPM).

Kasi Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Dinsos Sleman Laminem menjelaskan, peĺatihan budidaya jamur dilakukan selama tiga hari. Mulai dari penyampaian teori, praktek perawatan dan pemeliharaan jamur, serta studi banding ke petani jamur.

Dari sepuluh peserta yang berasal dari Kalurahan di wilayah Godean, nantinya setiap orang akan mendapatkan stimulan. Berupa 200 baglog jamur, bahan untuk pembuatan rak, dan alat pendukung lainnya. “Karena nanti pembuatan rak disesuaikan dengan lahan masing-masing peserta,” kata Laminem saat ditemui di Pelatihan Budidaya Jamur kepada Penyandang Disabilitas di Sidoagung, Godean kemarin (24/2).

Peserta yang ada, lanjut Laminem, ditentukan dari paguyuban penyandang disabilitas indonesia (PPDI) di tingkat Kapanewon. Dengan syarat, mereka belum pernah mengikuti pelatihan dari Dinsos dan berminat untuk melakukan budidaya. Setelah pelatihan selesai, nantinya akan dibentuk kelompok di Kapanewon dengan peserta yang ada.

”Hal ini dimaksudkan agar setiap kelompok bisa saling mengevaluasi antar individu. Serta memudahkan peserta dalam mengajukan bantuan ke pihak lain,” jelasnya.

Tidak hanya berhenti di pelatihan, nantinya monitoring akan dilakukan minimal 3 bulan sekali. Diharapkan, penyandang disabilitas bisa mencukupi ekonomi keluarga dengan budidaya jamur.

Sementara itu, Sekretaris 1 Disabilitas Gumregah (Digdoyo) Kalurahan Sidomoyo Tukul Supadi menuturkan peserta pelatihan budidaya jamur berasal dari Kalurahan Sidoarum, Sidomoyo, Sidokarto, Sidomulyo, Sidoagung, dan Sidoluhur. “Hanya Sidorejo yang tidak ada perwakilannya,” tutur Tukul.

Meratanya peserta dari seluruh Kapanewon Sleman, diharapkan bisa menularkan ilmu budidaya ke PPDI di tingkat Kalurahan. Meskipun langkah selanjutnya adalah masih budidaya tingkat perorangan, Tukul berharap, peserta disabilitas mampu memberikan ketahanan pangan di tingkat keluarga. “Jika berkembang, bisa menjadi solusi dari ketahanan ekonomi keluarga,” harapnya. (eno/bah)

Sleman