RADAR JOGJA – Puluhan wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman (PWPS) mengikuti vaksinasi tahap kedua di RSUD Sleman Selasa (23/2). Vaksinasi tahap kedua, telah dimulai sejak Senin (22/2) bagi pelayan publik dengan salah satu kategorinya adalah wartawan dan awak media.

Penanggungjawab Promosi Kesehatan RSUD Sleman Kristina menjelaskan, wartawan akan mendapatkan dua kali suntikan vaksin. Tepat dua minggu setelah suntikan pertama, suntikan kedua baru akan dilakukan. “Vaksin ini akan terbentuk antibodi secara sempurna setelah 28 hari. Untuk itu, meskipun sudah divaksin harus tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tegas Kristina Selasa (23/2).

Ketua PWPS Hasto Sutadi menuturkan, sebanyak 40 wartawan yang terdaftar mendapat vaksinasi ini memang kesehariannya melaksanakan tugas jurnalistik di Pemkab Sleman. Pentingnya vaksinasi bagi pekerja media ini karena memiliki aktivitas yang tinggi dan bertemu dengan banyak orang. “Vaksinasi ini merupakan kerja sama antara PWPS dengan Dinas Kesehatan. Tujuannya kegiatan ini, selain mendukung vaksinasi juga untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sleman,” ujar Hasto.

Dari 40 daftar wartawan yang mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19, hanya 35 orang yang hadir. Hanya saja, satu orang wartawan harus ditunda pemberian vaksin lantaran tekanan darah tinggi saat proses skrining.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, sebelum ditetapkannya wartawan mendapatkan jatah vaksin tahap kedua dari pemerintah pusat, Dinkes Sleman telah merencanakan untuk memprioritaskan jurnalis untuk diberikan vaksinasi. “Kami memang memanfaatkan momen ini untuk mengajak teman-teman media vaksinasi di tahap dua,” jelas Joko di RSUD Sleman.

Di awal vaksinasi, kuota yang disiapkan untuk 40 orang. Sedangkan bagi wartawan yang belum terdata dan mengisi formulir vaksinasi, bisa mendaftarkan diri pada link daftarvaksin.slemankab.go.id hingga akhir Februari. Untuk suntikan kedua, lanjut Joko, tempat vaksinasi masih akan dikoordinasikan. “Apakah nanti vaksin di daerah masing-masing atau tetap di RSUD Sleman masih dikoordinasikan. Tapi baiknya di RSUD Sleman seperti yang dilakukan saat dosis pertama,” lanjut Joko. (eno/bah)

Sleman