RADAR JOGJA – Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas guguran. Aktivitas vulkanik ini terjadi pukul 06.31, Rabu pagi (24/2). Arah luncuran ke arat barat daya tepatnya hulu Kali Krasak dan Kali Boyong.

Berdasarkan catatan BPPTKG, awan panas guguran tercatat memiliki amplitudo 31 milimeter. Sementara untuk durasi selama 88 detik. Untuk tinggi kolom tak teramati karena kondisi puncak Gunung Merapi berkabut.

“Benar ada luncuran awan panas guguran pagi ini jam 06.31. Asalnya dari kubah lava barat daya dengan jarak luncur 800 meter. Luncurannya masih di barat daya atau ke hulu Kali Krasak dan Boyong,” jelas Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Rabu (24/2).

Berdasarkan catatan BPPTKG, Gunung Merapi kini memiliki dua kubah lava. Selain sisi barat daya adapula di sisi tengah. Keduanya masih terus menunjukkan aktivitas pertumbuhan harian.

BPPTKG mencatat volume kubah lava sisi barat daya mencapai 397 ribu meter kubik. Sementara untuk kubah lava di sisi tengah kawah mencapai 426 ribu meter kubik. Sementara untuk angka rata-rata pertumbuhan harian mencapai 10 ribu meter kubik.

“Untuk status masih Siaga sejak 5 November 2020. Warga kami minta tidak beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari puncak karena potensi ancaman bahaya bisa terjadi sewaktu-waktu,” katanya.

Dihubungi terpisah, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan memastikan tak ada dampak dari kemunculan awan panas. Hingga saat ini tidak terjadi hujan abu di wilayah Kabupaten Sleman. Sementara untuk jarak luncur masih dibawah zona bahaya.

“Tidak ada hujan abu yang terlaporkan hingga saat ini. Potensi bahaya radius 5 Kilometer, sementara awan panas tadi pagi sejauh 800 meter. Masih tergolong aman,” ujarnya. (dwi/ila)

Sleman