RADAR JOGJA – Pakar Penyelamatan Benda Temuan BPCB DIJ Retno Isnurwindryaswari memastikan pihaknya telah mengkaji temuan susunan batuan di Dusun Pereng, Sumberharjo Prambanan.

Hanya saja hingga saat ini belum diketahui latar belakang sejarah batuan tersebut. Termasuk sejarah dari lokasi penemuan susunan batuan.

Retno mengakui bahwa lokasi perbukitan Prambanan masih menyimpan nilai sejarah. Terbukti dengan adanya sejumlah kawasan percandian. Seperti Kraton Ratu Boko hingga Candi Ijo dan beberapa Candi lainnya.

“Kalau latar belakang sejarah dan dari era apa masih belum tahu. Masih perlu kami teliti dan kaji lebih dalam lagi. Tim sudah mengumpulkan data dan melihat langsung susunan batuannya,” jelasnya dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (24/2).

Terkait kawasan sejarah, lokasi penemuan susunan batuan tak jauh dari sebuah situs bersejarah. Tepatnya adalah Situs Candi Polangan. Diketahui bahwa lokasi candi tersebut masih berada di Kalurahan yang sama, Sumberharjo.

Berdasarkan data BPCB, Candi Polangan berada satu komplek dengan Candi Grogol dan Candi Krapyak. Ketiganya terhitung sebagai candi berukuran besar yang berdiri di era Mataram Kuno. Situs ini pertama kali dilaporkan pada tahun 1891.

“Kalau untuk Candi Polangan berlatar belakang agama Hindu. Tapi kalau untuk susunan batuan di Dusun Pereng kami belum tahu. Masih akan kami dalami,” katanya.

Sementara itu Lurah Sumberharjon Kurniawan Widiyanto mengapresiasi temuan warganya. Untuk selanjutnya ikut menjaga peninggalan bersejarah tersebut. Terlebih lokasi temuan juga tak terlalu jauh dari permukiman warga.

Dia juga meminta warga bersabar menunggu hasil kajian dari BPCB. Ini guna memastikan latar belakang sejarah susunan batuan. Termasuk mempelajari sejarah sekitar lokasi temuan susunan batuan.

“Saya sudah sempat lihat dan kalau secara awam jelas itu bukan batu sembarangan. Terlihat adanya ornamen mirip seperti candi dan bentuknya pondasi,” ujarnya.

Retno menambahkan, berdasarkan pendataan diakui olehnya belum banyak temuan situs bersejarah di perbukitan Prambanan sisi selatan. Selama ini kawasan percandian cenderung berada di bukit sisi Utara. Temuan ini tentu membuktikan bahwa peradaban era Mataram Kuno juga terbentang hingga bukit Prambanan sisi selatan.

Pihaknya juga tengah menyiapkan beragam fasilitas penunjang. Apabila terbukti sebagai situs bersejarah maka akan menjadi temuan baru. Sehingga mampu menunjang nilai-nilai pendidikan dan sejarah kerajaan Nusantara.

“Apabila nanti bila memang benar dinyatakan sebagai situs bersejarah, ini adalah aset penting. Menjadi pelengkap bukti sejarah yang selama ini sudah ada di bukit sisi Utara,” tambahnya. (dwi/sky)

Sleman