RADAR JOGJA – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Sleman memberikan pinjaman bunga lunak agar pelaku UMKM tak terjerat rentenir. Dengan adanya pinjaman bunga lunak tersebut diharapkan pelaku UMKM terus dapat bergerak.

Kasi Pengembangan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kabupaten Sleman Sri Wahyuni Budiningsih mengatakan, peminjaman bunga lunak merupakan kebijakan Pemkab Sleman. Peminjaman ini dikhususkan bagi warga Sleman dengan bunga 6 persen per tahun.

Kelebihannya, empat bulan pertama warga cukup menangsur bunganya saja. Nah, angsuran pokok beserta bunga baru dibayarkan di bulan kelima.
“Sehingga ini lebih ringan dibandingkan kredit usaha rakyat (KUR) sekalipun. Sebab KUR, bunganya sama, tetapi angsuran dimulai bulan pertama,” bebernya belum lama ini.

Jumlah UMKM di bumi sembada yang terdata selama 2020 mecapai 68.382. Terdiri dari 67.435 bergerak di bidang usaha mikro, 915 bergerak di usaha kecil, lalu sekitar 32 bergerak di bidang menengah. Mulai dari sektor Pertanian, kehutanan dan perikanan, hingga jasa kesehatan hingga kegiatan sosial.
Dia tak menyebut detail tingkat penurunan omset selama pandemi. Namun, berdasarkan data 2020 omset UMKM di Kabupaten Sleman mencapai Rp 4,2 triliun. Sementara perihal aset angkanya Rp 726,1 miliar.

Dengan adanya pinjaman lunak tersebut, diharapkan, UMKM tidak terjerat rentenir. Pihaknya akan melakukan pendampingan, dan pelatihan untuk memperbaiki strategi pemasaran. ”Yang semulai offline kini sudah semi digital. Untuk menjangkau digital marketing,” jelasnya. (mel/bah)

Sleman