RADAR JOGJA –  Kabupaten Sleman berhasil menekan penyebaran kasus Covid-19. Update peta epidemiologi per 20 Februari, hanya tinggal menyisakan satu kecamatan/kapanewon yang masuk zona merah. Selebihnya masuk zona oranye dan kuning.

Kepala Dinas Kesehatan Sleman Joko Hastaryo mengungkapkan adanya perbaikan kondisi pasca Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Berupa penurunan zona merah di seluruh Kapanewon di Kabupaten Sleman. Dari 17 Kapanewon yang ada hanya Kapanewon Kalasan yang berstatus zona merah.

Perbandingan data ini mengacu pada pemetaan zona Januari. Kala itu hampir seluruh Kapanewon di Kabupaten Sleman berstatus zona merah. Artinya penularan dan sebaran kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sangatlah tinggi.

“Untuk saat ini hanya Kapanewon Kalasan saja yang berstatus zona merah. Tujuh Kapanewon berstatus zona kuning dan sembilan Kapanewon lainnya berstatus zona orange,” jelasnya  Selasa (23/2).

Joko menambahkan,tujuh Kapanewon berstatus zona kuning antara lain Kapanewon Prambanan, Depok, Ngaglik dan Turi. Adapula Kapanewon Mlati, Seyegan dan Kapanewon Gamping. Resiko penularan di tujuh Kapanewon ini tergolong rendah.

Sembilan Kapanewon berstatus zona orange antara lain Kapanewon Berbah, Ngemplak, Cangkringan dan Pakem. Adapula Kapanewon Tempel, Sleman, Godean, Minggir dan Kapanewon Moyudan. Resiko penularan di kesembilan Kapanewon ini tergolong sedang.

“Jika dibanding data sebelumnya memang menunjukan penurunan. Upaya untuk menekan sebaran kasus ini akan terus kami lakukan hingga ke tingkat RT,” tambahnya.

Terkait Kapanewon Kalasan, Joko menjelaskan detil temuan. Kawasan ini masih zona merah karena adanya temuan kasus yang cukup masif. Berupa penularan kasus di lingkup suatu pabrik atau perusahaan.

Teridentifikasi bahwa ada ratusan pegawai yang terkonfirmasi positif Covid-19. Setelah ditelusuri, para pegawai tersebut hidup indekos atau asrama. Alhasil penularan terjadi secara masif dari satu lingkungan yang sama.

“Bisa dibilang klaster karyawan, ada 118 kasus tapi tersebar di banyak RT. Sehingga kalau dibreakdown tidak ada RT yang (zona) merah. Beberapa karyawan perusahaan memilih isolasi mandiri, tapi tetap koordinasi dengan satgas Kalurahan,” ujarnya.(dwi/sky)

Sleman