RADAR JOGJA- Dinas kesehatan sleman lakukan sosialisasi Vaksinasi Covid 19 bagi petugas publik Senin (22/2), melalui platform zoom. Guna meredam laju persebaran covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman  lakukan dua langkah yakni promotif dan preventif.

Langkah promotif yang dilakukan berupa penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat. Penyuluhan dan sosialisai berupa gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan). Selain itu  juga melakukan gerakan 3T (tracing,testing,treatment).

Langkah preventif, pemkab Sleman  melakukan vaksinasi yang diberikan kepada masyarakat. Vaksinasi diharapkan dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan membentuk herd immunity.

Kepala Dinas  Kesehatan Sleman Joko Hartaryo menjelaskan, “Sejak awal tahun 2021 sebanyak 80%  Tenaga Kesehatan (nakes) telah disuntik vaksin pada tahap I,” jelasnya.

Kabid p2p dinkes sleman Novita krisnaeni menyebutkan pelayan publik yang menerima vaksin covid 19 yakni,” Petugas Publik meliputi Pendidik, Pedagang Pasar,Tokoh Agama,Wakil Rakyat, Pejabat Negara, Pegawai Pemerintah, Keamanan,Pelayanan Publik, Transporatsi Publik, Atlet, Wartawan dan petugas pariwisata. Hanya petugas publik yang lolos persyaratan  yang dapat mengikuti vaksinasi, “katanya.

Sementara itu Plt Kasi survim bidang p2p Dita arum mengatakan, vaksinasi tahap dua memiliki empat rangkaian yang harus dilalui.  Mulai dari pendaftaran, skrining,vaksinasi dan observasi.

Pendaftaran dapat dilakukan mulai dari sekarang hingga 28 februari. Dan untuk vaksinasi mesih menunggu ketersediaan vaksin dari pemprov. Penyuntiikan memiliki 2 tahap, dan berselang 14 hari setelah penyuntikan pertama.

“untuk pendaftaran dapat dilakukan melalui kanal daftarvaksin.sleman.go.id. Kemudian  mengisi kolom yang tersedia pada web tersebut. Setelah mengisi nanti akan mendapatkan sms untuk mengikuti vaksinasi dan telah ditentukan tempatnya.

“Bagi usia lanjut belum diperkenankan vaksin, hanya daerah kota jogja yang mendapat vaksin. Harapanya masyarakat dapat mengikuti vaksinasi sehingga dapat mengurangi pertambahan jumlah pasien covid-19,” tambahnya. (Om1/sky)

Sleman