RADAR JOGJA – Dibuka sejak Senin (15/2), jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan ditutup Rabu (24/2) mendatang. Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Widyobroto dalam sosialisasi SNMPTN dan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk PTN (UTBK-SBMPTN) meminta peserta mempertimbangkan program studi (prodi) yang dipilih. Mengingat siswa yang dinyatakan lulus pada seleksi SNMPTN akan ditolak mendaftar UTBK.

Selain SNMPTN tahun ini, kata Budi, peserta yang lulus SNMPTN tahun 2020 dan 2019 juga tidak diperkenankan mendaftar UTBK 2021. Kerena kebijakan inilah siswa diimbau untuk berhati-hati dalam memilih jurusan kuliah dan universitas. “Peserta yang telah dinyatakan lolos SNMPTN tidak diperbolehkan untuk mengikuti UTBK. Padahal beberapa perguruan tinggi mensyaratkan nilai UTBK sebagai salah satu kriteria,” kata Budi Selasa (16/2).

Rangkaian kegiatan SNMPTN telah dimulai sejak 4 Januari. Hingga 1 Februari, LTMPT memberikan waktu untuk registrasi akun LTMPT bagi sekolah dan siswa. Sekolah juga bertanggung jawab untuk menerapkan siswa yang eligible serta mengisi Pangkalan Data Siswa Sekolah. “Periode pendaftaran sendiri akan dibuka hingga 24 Februari, sementara pengumuman hasil akan dilakukan 22 Maret,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan Djagal Wiseso Marseno mengungkapkan, melalui jalur SNMPTN, UGM akan menerima lebih dari 2.000 calon mahasiswa. Jumlah itu 25 persen dari total daya tampung UGM.

Pada SNMPTN kali ini, setiap peserta dapat memilih satu program studi atau dua program studi. Namun dengan catatan salah satu program studi berada pada perguruan tinggi sesuai daerah asal sekolah. “UGM menawarkan 90 program studi sarjana dan sarjana terapan yang diselenggarakan 18 fakultas dan satu sekolah vokasi,” ungkap Djagal.

Sementara itu, Pranata Humas Muda Sub-koordinator Humas UNY Sudaryono menuturkan, ada 1.816 kursi yang disediakan untuk kuota SNMPTN. “Sedangkan SBMPTN kuota disediakan sebanyak 2.414 kursi dan Seleksi Mandiri sebanyak 1.735 kursi,” jelasnya. (eno/laz)

Sleman