RADAR JOGJA – Angka kunjungan wisata di Sleman selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro mengalami peningkatan. Tercatat ada 7.193 pengunjung dalam kurun waktu 12 hingga 14 Februari. Sebagai perbandingan ada 3.555 pengunjung dari 5 hingga 7 Februari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suci Iriani Sinuraya mengakui adanya lonjakan wisatawan. Ini karena lonjakan wisatawan terjadi dalam masa libur panjang Imlek. Kunjungan wisata, lanjutnya, mendominasi di tiga destinasi, Tebing Breksi, Kaliurang dan Kaliadem.

“Walau terjadi peningkatan tapi persiapan teman-teman pengelola wisata sudah siap. Rata-rata sudah menyadari pentingnya konsistensi pelaksanaan prokes yang tidak hanya untuk melindungi wisatawan tetapi juga untuk melindungi lingkungannya,” jelasny dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (15/2).

Suci Iriani menambahkan, detail kunjungan Tebing Breksi selama masa libur panjang Imlek mencapai 2.281 pengunjung. Rentang waktu berlangsung antara 12 hingga 14 Februari. Dibandingkan dengan kunjungan pada Minggu sebelumnya sebanyak 1.538 pengunjung.

Adapula data kunjungan di kawasan wisata Kaliurang. Tercatat ada 1.898 pengunjung di destinasi wisata tersebut. Sebagai perbandingan ada 1.216 pengunjung dalam rentang waktu seminggu sebelumnya.

Untuk kawasan wisata Kaliadem tercatat 3.014 pengunjung. Sebagai perbandingan terdapat 801 pengunjung untuk seminggu sebelumnya. Sehingga terjadi tiga kali peningkatan.

“Dinas Pariwisata maupun dari Tim Satgas Covid-19 tetapĀ  melakukan monitoring dan akan menindak tegas menutup UJP maupun destinasi yang tidak mematuhi ketentuan sesuai Instruksi Bupati,” tambahnya.

Ketua Pengelola Taman Tebing Breksi Kholik Widianto menuturkan ada pembatasan kunjungan wisata selama PPKM Mikro berlaku. Batasan sebesar 20 persen dari kapasitas total wisatawan di Tebing Breksi. Walau terjadi pertambahan, namun tak terlalu signifikan.

Selama pemberlakuan PPKM, jumlah pengunjung Tebing Breksi berkisar 200 orang perharinya. Sementara untuk akhir pekan mencapai 400 orang. Kunjungan selama akhir pekan didominasi wisatawan lokal.

“Memang ada penambahan saat libur Imlek tapi tidak terlalu signifikan. Pengunjung dari luar Jogjakarta itu hanya sekitar 20 sampai 30 persen. Ada yang dari Bali dan Jabodetabek,” ujarnya.

Protokol kesehatan berlaku ketat di destinasi wisata ini. Setiap wisatawan dari luar Jogjakarta wajib melakukan reservasi secara online. Termasuk menggunakan pembayaran secara online.

Pengunjung, lanjutnya, dilarang melepas masker selama berada di destinasi wisata. Pengelola telah menyediakan tempat cuci tangan di seluruh kawasan Breksi. Selain itu adapula petugas yang berkeliling untuk mengingatkan prokes Covid-19.

“Sudah 99 persen yang datang pasti sudah bawa masker. Memang beberapa ada yang lupa lalu melepas masker tapiĀ  kami ingatkan untuk pakai kembali,” katanya.(dwi/sky)

Sleman