RADAR JOGJA – Instruksi Bupati (Inbup) Sleman Sri Purnomo (SP) untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro telah keluar sejak Senin (8/2). Inbup nomor 4 tahun 2021 ini berdasarkan instruksi Mendagri nomor 2 tahun 2021. Bupati SP mengunjungi Kalurahan Condongcatur, Depok untuk memantau penerapan kebijakan tersebut, Kamis (11/2).

Ketua Gugus Tugas Kalurahan Condongcatur, Kuwat menjelaskan, pihaknya mendata masing-masing RT masuk hijau, kuning, oranye, merah. “Alhamdulillah tidak ada yang merah. Kami koordinasi dengan puskesmas. Ke bawah sampai ke RT kami bentuk gugus tugas tiap dukuh,” jelasnya.

Namun, bukan berarti di tingkat Kabupaten lepas tangan. “Bhabinkamtibmas dan Linmas akan melakukan penegakan. Kalau ada kerumunan lapor. Kami H-1 melakukan peninjauan,” jelasnya.

Dia berharap dengan diterapkannya PPKM pengendalian Covid-19 bisa lebih efektif. “Petugas dari Linmas mengecek saat hari H apakah sudah betul sesuai kesepakatan. Diharapkan PPKM Mikro membumi di tingkat masyarakat. Masyarakat saling mengawasi dan mengingatkan,” jelasnya.

Panewu Depok, Abu bakar menambahkan, PPKM Mikro ini mengembalikan semangat di tingkat bawah untuk ikut andil melakukan pengendalian. “Awal dulu musimnya lockdown tiap gang diportal sekarang PPKM Mikro kami menggugah lagi semangat di lapisan bawah untuk ikut penerapan prokes mengingatkan masyarakat yang tidak memakai masker,” jelasnya.

Kepala Dukuh akan banyak berperan untuk mengendalikan penerapan protokol kesehatan di tingkat bawah. “Kemarin PPKM Jilid 1 dan 2 peran kecamatan yang lebih menonjol sweeping sampai operasi. Besok kami harapkan paling bawah RT/RW bisa ikut berperan. Di angkringan jangan bergerombol. Di pos ronda tidak usah gaple dulu,” jelasnya.

Kepala Puskesmas Depok 2, Sri Mujianto memaparkan, per tanggal 8 ada 562 kasus Covid-19. PPKM yang sudah diterapkan sejak 11 Januari pun sangat terasa. “Kami rasakan berdampak. Lonjakan di bulan Desember tinggi sekali. Mulai tanggal 11 sangat mempengaruhi penurunan jumlah kasus. Harapannya dengan penerapan lebih ketat bisa menekan kasus,” ungkapnya. (asa/ila)

Sleman