RADAR JOGJA – Pemeriksaan rapid antigen secara acak berlangsung di pintu masuk Jogjakarta. Tepatnya di jalan Magelang perbatasan antara Kapanewon Tempel dengan Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Sasarannya adalah para pengendara kendaraan bermesin roda empat dengan plat luar Jogjakarta dan plat luar Magelang.

Kebijakan ini sebagai antisipasi sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah Jogjakarta. Para pengendara menjalani rapid antigen karena tak bisa menunjukkan surat bebas Covid-19. Tak hanya supir tapi juga penumpang di dalam kendaraan juga menjalani rapid antigen.

“Pagi ini yang ikut rapid antigen secara acak ada 50 orang. Hasilnya negatif semua. Mereka wajib rapid karena tak bisa menunjukan surat bebas Covid-19 saat akan masuk ke Jogjakarta,” jelas Anggota Urkes Polres Sleman Arif Yoga Indrastana ditemui di pos penyekatan Tempel-Magelang, Jumat (12/2).
Kebijakan rapid antigen sendiri merupakan inisiatif Ditlantas Polda DIJ.

Menyasar di empat titik wilayah penyekatan. Selain Tempel adapula pos Prambanan, Pos Temon Kulonprogo dan Pos Hargodumilah Gunungkidul.
Untuk pos Prambanan dan pos Tempel mendapatkan jatah yang sama. Berupa 50 kit rapid antigen. Hanya saja penggunaan alat penguji kesehatan Covid-19 tidak di semua shift.

“Setiap shift itu dapat 50 rapid antigen. Kalau untuk pelaksanaan rapdi antigen berlangsung 3 hari, rencana sampai Minggu (14/2),” katanya. Berdasarkan pantauan Radar Jogja, ada beberapa pengendara yang menolak rapid antigen. Alhasil oleh petugas yang berjaga, pengendara diarahkan untuk putar balik. Untuk kemudian kembali lagi ke daerah asal melalui Magelang.
Alur pemeriksaan, setiap kendaraan dengan plat luar Jogjakarta dan Magelang diminta menepi.

Selanjutnya petugas menanyakan surat bebas Covid-19. Apabila tak bisa menunjukan maka terdapat dua pilihan. Menjalani rapid antigen atau putar balik. “Rata-rata dari kebanyakan itu plat B (dari) DKI Jakarta. Setelah rapid menunggu 5 menit untuk hasilnya. Kalau ada yang positif, kami lapor ke puskesmas terdekat untuk ditindaklanjuti,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman