RADAR JOGJA – Kapolda DIJ Irjen Pol Asep Suhendar mendorong Bhabinkamtibmas aktif bergerak bersama Babinsa. Kaitannya adalah mendukung kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis Mikro. Perannya dengan membantu upaya tracing sebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di wilayah masing-masing.

Berdasarkan data, Polda DIJ memiliki 449 personel Bhabinkamtibmas yang tersebar di 438 Kalurahan. Jumlah ini masih akan ditambah tenaga kesehatan yang berasal dari Biddokkes Polda DIJ. Dalam penugasan ini tak hanya tracing tapi juga mengedukasi masyarakat atas penerapan protokol kesehatan.

“Melakukan tracing di lingkungan terkecil ada yang positif dicari siapa saja yang pernah kontak langsung dengan kasus awal. Sekarang kemungkinan lebih repot lagi kalau sudah masuk ke lingkungan keluarga karena di rumah kan tidak pakai masker,” jelasnya ditemui di Mapolda DIJ, Kamis (11/2).

Jenderal Polisi Bintang 2 ini meminta setiap Polres pemangku wilayah terus memantau. Apabila terdapat kekurangan personel, dapat menurunkan personel dari setiap Polres. Terutama untuk membantu upaya tracing dari setiap kasus yang muncul.

“Kalau dirasa kurang ya nanti anggota Polres ikut membantu. Silakan bagi teman-teman dari Satpol-PP atau satgas Covid-19 kalau butuh tenaga Polri untuk melakukan tracing dan sebagainya silakan hubungi temen-temen Polri yang ada di desa tersebut nanti akan lapor ke atasan untuk dibantu melakukan tracing,” katanya.

Dalam melakoni perannya, Bhabinkamtibmas akan berkoordinasi dengan Gugus Tugas di tingkat dusun. Sementara untuk tenaga kesehatan akan berkoordinasi dengan Puskesmas setempat.  Fokusnya adalah pengoptimalan kriteria zonasi dalam PPKM Mikro.

Pasukan ini juga akan melakukan pengawasan atas isolasi mandiri. Khususnya kepada pasien positif Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri di setiap rumah. Guna memastikan tindakan medis berjalan efektif dan optimal.

“Babinkantibmas juga melakukan treatment terhadap warga yang isolasi mandiri. Jangan sampai saat isolasi malah jalan-jalan, harus berdiam diri di rumah,” ujar Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto.

Yuliyanto menambahkan, detail pembagian tugas, Babinkantibmas akan membantu upaya tracing kasus. Seluruh kontak erat kasus awal akan didata. Untuk kemudian data dikirimkan ke tenaga kesehatan.

Tindak lanjut dari pendataan adalah tes kesehatan dengan rapid antigen. Upaya ini dilakukan sesegera mungkin pasca temuan kasus awal. Tujuannya agar sebaran Covid-19 tak semakin meluas.

“Nanti tugasnya Babinkantibmas untuk mencari atau tracing. Tapi tetap dipetakan siapa yang tergolong sebagai kontak erat, suspect atau probable. Nakes perannya menunggu laporan dari Babinkantibmas,” tambahnya. (dwi/sky)

Sleman