RADAR JOGJA – Kalis Nirbaya, (8) salah satu bocah di barak pengungsian Purwobinangun sempat ingin berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo. Isinya tentang kondisi selama mengungsi di barak pengungsian.

Dalam surat tersebut, Kalis memiliki beberapa permintaan. Mulai dari buku tulis dan mainan. Nantinya barang-barang tersebut akan dipakai selama di barak pengungsian. Untuk belajar dan juga bermain bersama teman-temannya.

“Kemarin minta buku tulis mainan gitu sekarang sudah diberikan. Selama di pengungsian tidak terlalu seneng karena di sini ada yang kurang. Kurangnya itu misalnya mainan saya sering berebut,” jelasnya ditemui di Barak Pengungsian Purwobinangun, Selasa (9/2).

Tak menunggu lama, keinginan Kalis terwujud. Belum sempat surat terkirim, ternyata telah viral di sosial media. Jawaban dari surat ini dikirimkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

“Terima kasih Pak Jokowi sudah mengabulkan permintaan Kalis semoga pak Jokowi sehat selalu ya,” katanya.

Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati datang bersama jajarannya menyempatkan diri untuk mampir sebelum mengunjugi Semarang Jawa Tengah. Kedatangannya kali ini membawa serta beragam jenis mainan dan alat sekolah.

Ayu menyempatkan diri berbincang dengan Kalis. Mulai dari kegiatan sehari-hari selama di barak dan cita-citanya kelak. Kalis juga menceritakan cita-citanya setelah dewasa nanti.

“Saya melihat sosok Kalis ini anak yang punya optimisme yang tinggi. Bagaimana cita-citanya, semangatnya, nah inilah yang mungkin mereka menyuarakan suara teman-temannya untuk mendapatkan sarana prasana untuk di tempat pengungsian ini yang dibutuhkan oleh anak-anak,” kesannya.

Ayu mengakui sempat mengetahui surat dari Kalis. Kedatangannya untuk memastikan apakah kondisi di pengungsian seperti tertulis dalam surat. Baik bantuan saran belajar maupun bermain baik anak-anak.

Pasca kunjungan, Ayu melihat penanganan pengungsi telah berjalan dengan baik. Terutama untuk sarana penunjang bagi pengungsi perempuan dan anak. Walau begitu, dia tetap meminta pemerintah dan instansi terkait tanggap. Terutama atas pemenuhan kebutuhan warga selama di pengungsian.

“Sekalian juga kami mampir ke sini untuk melihat situasi di lapangan. Setelah kami lihat, luar biasa, kebutuhan spesifik perempuan dan anak terutama bagi anak-anak bahwa di sini sarana pembelajaran, permainan sudah ada,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman