RADAR JOGJA – Aktivitas Gunung Merapi masih meningkat dengan adanya guguran lava pijar dan hembusan awan panas. Kendati demikian, Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menyebut vegetasi rumput di luar radius bahaya masih aman.

Kepala TNGM Jogjakarta Pujiati menjelaskan jarak luncur awan dan lava pijar sesuai dengan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) paling jauh adalah 3,5 kilometer dari puncak. Jarak tersebut masih berada di dalam radius bahaya. ”Sehingga, vegetasi rumput yang ada di luar jarak 5 kilometer tidak terbakar,” jelas Puji Senin (8/2).

Meski aktivitas masih meningkat, Puji mengaku hingga saat ini masih ada peternak yang merumput di wilayah TNGM. Namun, mereka hanya diperbolehkan merumput di luar radius 5 kilometer dari puncak.

Ketersediaan rumput di luar radius bahaya, kata Puji, dipastikan aman sebagai lokasi merumput. Ditambah, kondisi rumput saat ini masih tersedia dan tumbuh subur. Mengingat saat ini dibarengi dengan musim penghujan.
Pihak TNGM, lanjut Puji, juga menyediakan sebuah armada dan petugas di lapangan. Untuk bersiaga membantu masyarakat yang merumput mengangkut rumput ke Kandang kelompok Huntap Karangkendal, Cangkringan. “satu mobil dan petugas standby di Kalurahan Umbulharjo,” beber Puji.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Unitlak Purwobinangun Nurhadi menuturkan setiap harinya kurang lebih 40 orang usia dewasa di Barak pengungsian Purwobinangun akan kembali ke wilayah Turgo untuk mengurus ternak. Sebelum pulang, masyarakat diharuskan mengisi data dan melapor ke petugas barak. “Untuk lansia yang naik juga disediakan armada untuk mengantar. Namun mereka sudah tidak memiliki ternak, jadi pulang untuj keperluan lain,” kata Nurhadi. (eno/bah)

Sleman