RADAR JOGJA – Kebijakan Jateng di rumah saja selama dua hari (Sabtu 6/2-Minggu 7/2) berpengaruh terhadap kedatangan dan pemberangkatan penumpang bus antar kota antar provinsi (AKAP) di Terminal Jombor, Sleman. Dalam pantuan kemarin, bus yang beroperasi semakin minim. Demikian pula penumpangnya juga makin menyusut.

“Dampaknya luar biasa. Sudah pandemi penumpang surut, di tambah dengan pengetatan,” ungkap Operator Terminal Jombor Herman Jaya di kantornya, Minggu (7/2). Pengetatan yang dimaksud adalah Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) DIJ dan Perberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa-Bali.

Berdasarkan pantauan Herman, hingga pukul 11.00 baru ada tiga bus yang melakukan pemberangkatan dari Jogja menuju Semarang-Kudus. Itu pun dengan penumpang minim, empat sampai enam orang tiap bus. Sementara satu bus akan berangkat sekitar pukul 13.00 siang.

“Hari ini terlihat lebih lenggang. Minggu (6/2) dari sini ke Kudus ada yang cuma bawa tiga penumpang. Apalagi jurusan ke Borobudur, Magelang. Sekali jalan belum tentu dapat penumpang,” katanya. Padahal masing-masing PO bus sudah mengurangi jumlah bus yang beroperasi.

Menurutnya, pada awal Januari 2021 penumpang mulai menggeliat. Wisatawan mulai berdatangan hendak ke Jogja. Namun sejak diberlakukan PTKM DIJ dan wajib rapid test jika hendak berpergian, saat itu pengunjung kembali surut. Bahkan 6 Februari lebih surut dibandingkan normal saat pandemi. Dia pun berharap, pandemi segera berakhir sehingga kebijakan pemerintah dapat melentur. Penumpang dapat menggeliat kembali.

Petugas Lapangan Terminal Jombor Nunung Setia Nugraha menyebut, total kedatangan pengunjung rute DIJ-Jateng per Sabtu (6/2) 63 orang. Sedangkan jumlah keberangkatan 196 orang. Dengan mayoritas keberangkatan, rute Jogja-Magelang-Semarang mencapai 102 orang. “Total bus rute DIJ-Jateng ada 27.

Namun tidak semua beroperasi. Ada yang dua hingga tiga bus saja,” sebutnya.
Agen PO Nusantara (bus patas) Walgito mengatakan, saat awal pandemi pihaknya sempat libur selama tiga bulan. Mei kembali beroperasi. Namun hingga sekarang jumlah penumpang paling banter 15 orang. Itu pun yang jalan hanya tiga armada dari total 11 armada.

“Hari biasa (masa PTKM, Red) penumpang dua sampai tiga orang, maka dialihkan ke jadwal berikutnya. Pemberangkatan tergantung jumlah penumpang,” terangnya.

Minimnya penumpang tidak menaikkan harga tiket. Tiket tujuan Semarang dan Kudus tetap sama, masing-masing Rp 50 ribu dan Rp 65 ribu. Bahkan harganya justru menurun dari sebelumnya Rp 70 ribu. (mel/laz)

Sleman