RADAR JOGJA – Wisata alam menjadi perhatian khusus Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Depok Sleman. Buktinya, setelah lima tahun mati suri ekowisata Green Kayen Condongcatur kini mulai berbenah.

Penataan kembali objek wisata air aliran sungai Boyong tersebut dilakukan setelah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Green Kayen mendapat kucuran dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata sebesar Rp 100 juta.

Ketua Pokdarwis Green Kayen Dadang Hermawan mengatakan sebelumnya pengajuan awal dana pengembangan objek wisata Green Kayen sebesar Rp 227 juta.

“Namun realisasi penerimaan, kami selaku pengelola mendapat Rp 100 juta,” katanya saat rapat koordinasi rintisan ekowisata Green Kayen di Pendopo Kayen Jumat (5/1).

Dana tersebut dilaporkan Dadang telah diserap untuk pengadaan gazebo, bangku taman, lampu taman, dan sejumlah tempat sampah yang akan diletakkan di beberapa titik.

Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji yang hadir dalam kesempatan tersebut mendukung penuh pengembangan objek wisata kali Mantras itu.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur kata Reno, tahun depan akan menganggarkan dana sebesar Rp 150 juta untuk pembangunan Pendapa.

Tak harus menunggu tahun depan, dirinya meminta pengelola Pokdarwis Green Kayen untuk segera memulai pembangunan. Terutama untuk realisasi dari anggaran dana hibah. Ditambah nanti bersama-sama mencari Corporate Social Responsibility (CSR).

“Target Maret harus selesai, sekalian nanti akan dilaunching bersamaan dengan BUMDes Condongcatur,” ujarnya.

Reno menggaransi selama pembangunan tidak ada pihak lain yang mengganggu hak guna tanah. Sebab secara legalitas telah diterbitkan Sertifikat (tanda bukti hak) oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Sleman pada tanggal 07 Desember 2017 dengan nomor : 00448 atas nama Pemerintah Desa Condongcatur dengan luas 7548 M2.

“Insyaallah pembangunan lancar hingga selesai nanti. Pihak keamanan baik dari Polsek ataupun Koramil siap berpatroli setiap saat,” katanya.

Sementara itu, Panewu Depok Abu Bakar berpesan kepada pengelola objek wisata untuk fokus pada tingkat keamanan bagi para pengunjung. Mengingat wisata yang akan ditawarkan adalah wisata yang berhubungan dengan air.

“Kalau perlu sebelum dibuka secara resmi, pengelola mencoba dulu dan mengkaji keamanan bagi pengunjung. Intinya supaya pengunjung nyaman dan aman,” tegasnya.

Lebih lanjut, Abu Bakar mencontohkan dirinya saat menjadi Panewu Prambanan mendampingi pengembangan objek wisata Tebing Breksi di Sambirejo, Prambanan.

Masyarakat saat itu harus bekerja keras, bekerja bersama, bekerja cerdas membranding satu tempat yang dulunya tambang kapur menjadi satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi.

Abu berharap pengelola dan masyarakat sekitar Padukuhan Kayen berfikir kreatif dan inovatif. Mengingat saat ini masih Pandemi Covid-19.

“Bagaimana pengembanganya harus dipikirkan bersama. Semoga membawa berkah bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, Kapolsek Depok Timur, Wadanramil 11 Depok, Jagabaya, Ulu Ulu, Kaur Pangripta Condongcatur, Dukuh Kayen beserta pengurus RT, RW, PKK dan pengurus Pokdarwis Green Kayen. (sce/naf/sky)

Sleman