RADAR JOGJA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman memastikan secara epidemiologis, Raudi Akmal yang ditetapkan positif Covid-19 sejak Minggu (31/1) tidak terpapar virus korona ayahnya, Sri Purnomo (SP). Hal ini karena rentan waktu sejak bupati Sleman ditetapkan positif Covid-19, adalah pada Rabu (20/1).

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo menjelaskan, meskipun Raudi masih kontak erat dengan bupati saat dilakukan tes swab PCR pada 20 Januari, rentan waktu tersebut sudah tidak dimungkinkan terjadi penularan. Ditambah dengan bupati yang segera melakukan isolasi mandiri tanpa bertemu keluarganya selama 14 hari.

”Orang tanpa gejala usai isolasi mandiri selama 10-14 hari akan dinyatakan sembuh secara epidemiologis. Jika masih ditemukan virus, yang tersisa hanyalah serpihan virus dan sudah tidak bisa menular,” jelas Joko Rabu (3/2).

Saat bupati dinyatakan positif, kata Joko, pihaknya memberikan penawaran untuk melakukan isolasi di rumah sakit atau isolasi mandiri. Mengingat sebelumnya, SP sempat mengalami gejala Covid-19, meski kategori ringan. “Hingga akhirnya bupati memilih isolasi mandiri di rumah Dinas Bupati,” kata Joko.

Sebelum diperbolehkan isolasi mandiri, Dinkes Sleman juga telah memastikan rumah Dinas Bupati representatif untuk digunakan sebagai tempat isolasi. Yang mana, selama isolasi bupati, seluruhnya hanya melakukan kegiatan di dalam kamar. “Sehingga secara teoritis tidak memungkinkan penularan kepada keluarga,” lanjut Joko.

Selain itu, kata Joko, driver Raudi saat ini juga ditetapkan positif Covid-19. Aktivitas padat dan bertemu banyak orang, membuat penularan Covid-19 kepada Raudi, tidak bisa dipastikan. Oleh karena itu, Joko menekankan masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dijelaskan, jika ada dua orang yang sudah menerapkan protokol kesehatan dan mengenakan masker, namun salah satunya terkonfirmasi positif Covid-19 dan tidak berada pada jarak 1 meter, maka masih ada kemungkinan penularan sebanyak 1,5 persen. “Kemungkinan terpapar masih ada, namun peluangnya semakin mengecil,” ungkap Joko.

Sementara itu, Bupati Sleman Sri Purnomo mengungkapkan selama isolasi mandiri, dirinya tidak pernah bertemu anak dan istri. Terkait Raudi yang dinyatakan positif Covid-19, sebelumnya sekitar 2-3 hari sopir Raudi, sudah bergejala. Namun belum sempat melakukan tes swab dan sempat tidak masuk bekerja selama dua hari. “Sudah ada 35-40 orang yang di-tracing karena sempat kontak dengan Raudi, dan hasilnya negatif semua,” ungkap SP.

Saat ini, SP juga sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Setelah tes swab PCR yang dilakukan pada Senin (1/2) dan menunjukkan hasil negatif. Selama isolasi mandiri, SP mengaku tidak memiliki gejala Covid-19. Gejala ringan hanya dirasakan saat awal sebelum ia ditetapkan positif Covid-19.

Meski sudah sembuh, SP berharap masih bisa mendapatkan vaksin suntikan kedua. Hal ini agar imun bisa semakin kuat. Meski demikian, SP tetap menunggu kebijakan yang ada. Mengingat bagi yang sudah pernah terpapar Covid-19, tidak masalah jika tidak mendapatkan vaksinasi Covid-19. “Kalau diminta menyumbangkan plasma konvalesen juga siap. Jika memang memenuhi standar kesehatan,” beber SP. (eno/bah)

Sleman