RADAR JOGJA – Sebanyak 12.730 sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Kabupaten Sleman telah terima suntikan pertama vaksin Covid-19. Dari jumlah tersebut, sudah ada 1.819 SDM kesehatan yang menerima suntikan kedua.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menjelaskan suntikan pertama di gelombang satu tahap pertama hanya akan dibatasi hingg Minggu (7/2). Hal ini karena adanya tambahan SDM kesehatan yang mendapat jatah vaksin. Jika sebelumnya Sleman hanya mendapatkan jatah 12.380 orang untuk divaksin, jumlah tersebut bertambah menjadi 14.690 orang.

Bertambahnya orang yang divaksin, dikarenakan adanya pelonggaran syarat dari pemerintah pusat bagi SDM kesehatan untuk mendapatkan jatah vaksin. Ditambah masih ada data SDM kesehatan di wilayah Sleman yang sebelumnya belum terdaftar, sehingga ada kenaikan jumlah penerima vaksin.
“Bahkan data kami itu sampai di atas 16 ribu, kerena banyak yang praktek di rumah dan mandiri belum didaftarkan,” kata Joko Rabu (3/2).

Menurut Joko, dari 14.690 SDM kesehatan yang sudah terdaftar, ada 1.045 orang yang harus ditunda pemberian vaksinnya. Hal ini karena tensi yang bersangkutan naik ketika akan disuntikan vaksinasi. Selain itu, ada 532 SDM kesehatan yang batal diberikan suntikan karena alasan tertentu. Seperti hamil, menyusui, maupun memiliki penyakit seperti kanker darah. Data tersebu, masih akan ditunggu hingga Minggu (7/2) mendatang. “Setelah tanggal 7, kalau nanti ada yang mendaftar kita tunda sampai tanggal 21 untuk menyesuaikan dosis kedua,” ungkap Joko.

Saat ini, pemberian vaksinasi bisa dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Namun, mereka juga diperbolehkan melakukan vaksinasi di puskesmas terdekat jika fasyankes tempat bekerja SDM kesehatan tidak melayani vaksinasi Covid-19. “Misalnya dokter praktek di apotek, atau apoteker yang mana apotek tidak melayani vaksinasi bisa melakukan vaksin di puskesmas yang membawahi daerah tersebut,” kata Joko. (eno/bah)

Sleman