RADAR JOGJA – Baru 13 hari Bupati Sleman Sri Purnomo menjalani isolasi mandiri karena Covid-19, kini giliaran anaknya, Raudi Akmal, terpapar virus korona. Raudi Akmal yang juga anggota DPRD Sleman ini terkonfirmasi positif pasca melakukan swab polymerase chain reaction (PCR) hari Minggu (31/1).

Saat dikonfirmasi, Raudi Akmal membenarkan hal ini. Dia mengaku saat ini kondisi badannya kurang fit. Badan terasa berat dan tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. “Badan tidak enak dan tidak bisa apa-apa. Tidur saja,” ungkap Raudi melalui sambungan telepon kemarin (2/2).

Namun keadaannya ini sedikit membaik dibandingkan dua hari lalu, tepatnya Minggu (31/1) sampai Senin (1/2). Di mana suhu badannya mencapai 38 derajat celcius. Ini Berpengaruh terhadap indera perasanya. “Makan tidak enak. Nasi padang jadi rasanya asin,” ucapnya.

Raudi pun merasakan gejala Covid-19. Pada Rabu (27/1), dia mengalami diare. Namun tidak dibarengi rasa sesak. Kemudian pada Sabtu (30/1), ia juga merasakan badan meriang, dan tubuh terasa berat.

“Setiap pagi kok diare, awak greges, ra penak (badan meriang, tidak enak, Red). Seminggu biasanya olahraga, mau olahraga kok nggak kuat,” keluhnya. Sejak terkonfirmasi Covid-19, dia pun melakukan isolasi mandiri di Rumah Dinas Bupati Sleman lantai dua.

Sewaktu menjalani swab PCR, Raudi tidak sendiri. Melainkan bersama sopirnya. Hasilnya, keduanya terkonfirmasi positif Covid-19. Disinggung terkait riwayat penularan, dimungkinkan tertular dengan sopir pribadinya. Sebab, Senin (25/1) dan Selasa (26/1), sopirnya mengeluh tidak enak badan. Sang sopir pun izin tidak masuk kerja.

Kendati begitu, saat itu tidak melakukan swab. Pada Selasa siang (26/1), sopir sudah bekerja seperti biasa. Hanya saja sedikit berbeda. “Agak beda. Pakai masker terus. Dia juga nggak cerita,” ujar pria berusia 25 tahun ini.

Anak bungsu pasangan Sri Purnomo dan Kustini Sri Puromo itu pun mengatakan, tracing telah dilakukan di Rumah Dinas Bupati Sleman. Tracing dilakukan kontak erat yang berkegiatan pada Rabu (27/1), Kamis (28/1), Jumat (29/1), dan Sabtu (30/1). Termasuk kontak erat dengan keluarga, sudah di swab PCR. Hasilnya, Sri Purnomo dan Kustini, negatif. Sementara itu kontak erat yang hendak diswab jumlahnya sekitar 25 sampai 30 orang.

Saat ini pihaknya melakukan penanganan berupa cek darah dan rontgen thorax. Dia juga dikirimi obat-obat dari RSUD Sleman, di bawah tanggung jawab dokter spesialis penyakit dalam. “Kalau sopir melakukan isolasi di rumah kami, tapi di kediaman yang lain,” sebutnya.

Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan, hasil swab PCR Raudi dan sopirnya dinyatakan positif, Senin (1/2). Kemarin (2/2) mulai dilakukan tracing kepada kontak erat. Tracing juga akan dilakukan pada anggota dewan yang kontak langsung. Sebab, pada Senin (25/1) Raudi sempat mengikuti paripurna di gedung DPRD yang baru.

“Teorinya kan sekarang kalau kontak erat tanpa gejala tidak perlu di swab. Tapi kita baru mendapatkan droping swab antigen, kontak erat kita Swab antigen,” ungkap Joko yang ditemui usai rapat di kompleks Parasamya Sleman, kemarin (2/2).

Terkait riwayat penuluran, Joko belum mengetahui pasti dari mana Raudi terpapar. Dia menjelaskan, kemungkinan kecil Raudi tertular ayahnya, Sri Purnomo. Sebab, saat Sri sembuh, Raudi baru terpapar.
“Kemudian saya mengamati Mas Raudi mengantar Pak Bupati rontgen tanggal 20 Januari. Kalau beliau tertular, maka lima hari kemudian pasti positif. Ternyata kan tidak,” katanya.

Raudi baru dinyatakan positif setelah hampir dua minggu sejak Sri Purnomo terpapar Covid-19 pada Kamis (21/1) lalu. Bahkan Kustini dan Sri Purnomo masing-masing melakukan isolasi mandiri di ruang yang berbeda.

Ada Rapid Antigen tapi untuk Kunker

Wakil Ketua DPRD Sleman Arif Kurniawan mengaku belum mendapatkan informasi positifnya Covid-19 Raudi Akmal. Baik dari yang bersangkutan maupun dinas terkait. Saat itu Arif mengaku sedang menghadiri acara di Kalasan. Namun setelahnya, dikatakan akan ada rapat dewan.

“Saya juga belum ketemu pimpinan (ketua dewan, Red) langsung,” ungkap Arif kemarin (2/2). Terkait langkah apakah akan dilakukan tracing, pihaknya akan mengkomunikasikan dengan dewan lainnya lebih duhulu.

Namun ia membenarkan pada 25 Januari lalu Raudi sempat mengikuti rapat paripurna. Kendati begitu, tidak semua anggota dewan hadir. Dari 45 dewan, hanya 25 dewan yang mengikuti rapat.

Hal senada juga disampaikan Ketua Fraksi PAN DPRD Sleman Respati Agus Sasongko. Ia yang juga satu fraksi dengan Raudi mengaku belum menerima secara gamblang informasi rekan internnya itu terpapar Covid-19.

Terakhir dia kontak langsung dengan Raudi saat rapat dewan pimpinan daerah (DPD) Sleman pada Rabu, pertengahan Januari lalu. Pada saat rapat paripurna 25 Januari, dia mengaku berhalangan hadir, sehingga tak ada kontak langsung dengan Raudi.

Terakhir menghubungi lewat chat whatsapp pada 27 Januari. Itu pun hanya menginformasikan bahwa salah satu staf bupati terpapar Covid-19. Bahkan Raudi juga dua kali absen saat rapat fraksi belum lama ini.

“Saya kurang tahu. Tapi besok ada jadwal rapid antigen. Setahu saya bukan tracing kontak erat. Melainkan dalam rangka kunker komisi. Kebetulan saya Komisi A, ke Kota Madiun. Rapid bersama ini syarat kunker,” katanya. (mel/laz)

Sleman