RADAR JOGJA – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terus melalukan pemantauan terhadap keberadaan kubah lava Gunung Merapi. Hingga kini belum ada kubah lava baru selain kubah lava 2021 yang berada di atas kubah Lava 1997.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida memastikan gundukan di lereng Merapi bukanlah kubah lava baru. Pernyataan ini guna menjawab informasi yang beredar di sosial media. Berupa munculnya kubah lava baru di kawasan lereng Gunung Merapi.

Informasi yang berada disertai dengan foto dan video lereng Gunung Merapi. Memperlihatkan gundukan berwarna hitam. Sementara sekelilingnya hanya tanah berwarna coklat dan abu-abu.

“Kami menegaskan bahwa meterial (gundukan) hitam yang terlihat bukan kubah lava baru,” jelasnya, Selasa (2/2).

Hanik menambahkan, BPPTKG, telah melakukan observasi. Hasilnya material tersebut tidak berpijar. Kondisi ini berbeda dengan kubah lava yang berada di sisi barat daya Gunung Merapi. Berupa keluarnya lelehan lava pijar dan beberapa kali guguran material.

“Tidak teramati pula adanya asap di material tersebut, serta tidak terdapat rekahan di sekeliling material. Kami simpulkan material tersebut adalah material vulkanik yang terbawa oleh aliran awanpanas guguran,” tambahnya.

Hanik mengimbau masyarakat tak mudah termakan informasi di sosial media. Dia meminta agar warga terus memantau situs dan sosial media resmi miliki BPPTKG. Ini karena pihaknya selalu memperbarui informasi tentang Merapi.

Dalam kesempatan ini Hanik juga meminta masyarakat tetap bijak. Tidak menerima bahkan membagikan informasi tentang Merapi secara asal. Terlebih informasi tersebut bukan berasal dari BPPTKG atau instansi pemerintah yang resmi lainnnya.

“Kami meminta masyarakat terus memantau informasi aktivitas Gunung Merapi dari sumber yang terpercaya. Informasi aktivitas Gunung Merapi dapat diakses melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi terdekat, radio komunikasi pada frekuensi 165.075 MHz, website merapi.bgl.esdm.go.id, media sosial BPPTKG, atau ke kantor BPPTKG,” ujarnya. (dwi/sky)

Sleman